Tiga Mahasiswa UHO Raih Juara I DIC QRISTAL Kasuari, Inovasi QRISPOINT Ungguli Tim dari Berbagai Daerah

2 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tiga mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tenggara setelah meraih Juara I Digital Innovation Challenge (DIC) QRISTAL Kasuari pada Festival Ekonomi dan Keuangan Digital di Bumi Kasuari yang diselenggarakan Bank Indonesia di Sorong, Papua Barat Daya, 23–25 Juli 2026.

Tim tersebut terdiri atas Riang Hidayat dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO sebagai ketua, Dikhsan Dwirangga Tibong dari Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik UHO, serta Nadyn Anastasya dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2022.

Keberhasilan itu diraih setelah mereka melewati dua tahapan kompetisi, yakni Pre-Assessment Case dan Reality Check Study Case. Pada tahap awal, seluruh peserta diminta menyusun solusi digital untuk meningkatkan adopsi dan penggunaan QRIS di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Ketua tim, Riang Hidayat, mengatakan penilaian pada tahap tersebut berfokus pada aspek kreativitas, inovasi, implementasi, serta relevansi solusi terhadap kondisi di lapangan. Dari seluruh peserta, hanya lima tim dengan nilai terbaik yang berhak melaju ke babak final.

“Pada tahap awal kami mengikuti Pre-Assessment Case. Peserta diminta merancang solusi digital untuk meningkatkan penggunaan QRIS di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Alhamdulillah, berdasarkan hasil penilaian kami berhasil masuk lima besar dan lolos ke babak final,” kata Riang.

Memasuki babak final, seluruh peserta menghadapi Reality Check Study Case, yaitu simulasi yang menguji kelayakan dan implementasi inovasi yang telah dirancang. Seluruh finalis hanya diberikan waktu satu jam untuk menganalisis kasus, menyusun solusi, membuat presentasi, hingga memaparkan hasilnya di hadapan dewan juri.

Dalam waktu yang terbatas tersebut, tim UHO mengembangkan QRISPOINT, sebuah inovasi yang memberdayakan Agen Laku Pandai, seperti BRILink, Agen Mandiri, dan agen layanan perbankan lainnya sebagai ujung tombak edukasi, pendampingan, dan aktivasi penggunaan QRIS di sentra-sentra perdagangan.

Menurut Riang, inovasi itu lahir dari masih rendahnya adopsi QRIS oleh pelaku UMKM, khususnya pedagang pasar tradisional di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, minimnya pendampingan, serta terbatasnya akses terhadap layanan keuangan.

“Melalui QRISPOINT, kami mengoptimalkan peran Agen Laku Pandai sebagai pendamping UMKM. Agen tidak hanya membantu aktivasi QRIS, tetapi juga membangun kebiasaan transaksi digital sehingga penggunaan QRIS bisa meningkat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain QRISPOINT, tim juga merancang QRISPOINT Hub, sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai pusat monitoring program. Aplikasi tersebut memungkinkan agen memantau perkembangan merchant, mencatat aktivitas pendampingan, melihat perkembangan transaksi, hingga mengukur kebiasaan penggunaan QRIS, sementara koordinator dapat memantau seluruh capaian melalui dashboard secara real time.

Riang mengakui tantangan terbesar selama babak final adalah membangun prototipe yang benar-benar dapat berfungsi dalam waktu hanya satu jam. Karena itu, tim membagi pekerjaan sesuai keahlian masing-masing anggota dan memprioritaskan fitur-fitur utama agar pengembangan berjalan lebih efektif.

“Fokus kami saat itu adalah menghasilkan prototipe yang fungsional. Kami membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing, menggunakan teknologi yang sudah kami kuasai, sehingga seluruh konsep dapat diselesaikan tepat waktu,” ungkapnya.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi UHO sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Sulawesi Tenggara mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi digital. Tim berharap QRISPOINT dapat terus dikembangkan dan menjadi solusi nyata dalam mempercepat digitalisasi pembayaran serta memperluas inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|