SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Student Exchange and General Lecture Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari Filipina. Kegiatan tersebut digelar di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO, Kamis siang (10/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa itu menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik sekaligus kuliah umum antara sivitas akademika UHO dengan delegasi dari Filipina. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama antarlembaga.
Wakil Rektor IV UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., hadir mewakili Plt. Rektor UHO untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut. Usai membuka acara, Takdir mengapresiasi kunjungan dosen dan mahasiswa Filipina yang hadir dalam program student exchange and general lecture.
Menurut Takdir, program pertukaran pelajar dan kuliah umum seperti ini penting untuk memperkenalkan lingkungan akademik UHO kepada mahasiswa maupun akademisi dari luar negeri. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UHO untuk memperluas jejaring kerja sama internasional.
Ia berharap para peserta yang datang ke UHO dapat memperoleh informasi mengenai lingkungan akademik dan berbagai potensi pendidikan yang tersedia. Ketika kembali ke negara asal, informasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada mahasiswa lainnya sehingga semakin banyak yang tertarik melanjutkan studi atau melakukan penelitian di UHO.
“Harapannya, melalui kegiatan tersebut UHO dapat memberikan informasi dan memperkenalkan lingkungan akademik kepada pelajar dari luar negeri,” ujar Takdir.
Menurutnya, UHO saat ini memang telah menerima mahasiswa asing untuk kunjungan singkat maupun kegiatan penelitian. Namun, mahasiswa asing yang menetap dan mengikuti perkuliahan secara permanen masih sangat terbatas.
“Kalau yang permanen, yang kuliah betul-betul, mungkin baru satu dari sekian banyak. Dulu ketika saya masih di Pascasarjana ada satu mahasiswa dari Jepang. Kalau untuk jenjang S1, saya belum pernah mendengar,” jelasnya.
Takdir menjelaskan, lima mahasiswa dari Filipina yang mengikuti kegiatan tersebut tidak menjalani perkuliahan reguler di UHO. Kehadiran mereka merupakan bagian dari program pertukaran pelajar yang dalam pelaksanaannya turut dirangkaikan dengan kuliah umum.
“Mereka tidak kuliah sebenarnya. Mereka hanya kunjungan saja, namanya pertukaran pelajar,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan FEB dan FISIP UHO dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, model kerja sama melalui student exchange dan kuliah umum dapat menjadi contoh bagi fakultas lain untuk membangun hubungan akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Takdir berharap kegiatan serupa dapat semakin diperluas di lingkungan UHO. Dengan semakin banyaknya fakultas yang aktif menjalin kerja sama internasional, peluang UHO untuk mendatangkan mahasiswa asing, memperluas jejaring akademik, serta membuka kesempatan studi dan penelitian akan semakin besar.
Laporan: Andi Mahfud

1 hour ago
2

















































