SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) terus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas melalui Pelatihan Tenaga Kependidikan Inklusif.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, itu digelar di Lantai 4 Gedung Rektorat UHO, Rabu (9/9/2026). Pelatihan diikuti sekitar 130 tenaga kependidikan dari berbagai fakultas dan unit kerja.
Kepala Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) UHO, Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman tenaga kependidikan mengenai layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Eva Herik merupakan pihak yang mengadakan kegiatan tersebut. Dalam pelatihan ini, UHO juga menghadirkan Nur Azizah, M.Ed., PhD, dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus pengurus Pusat Layanan Disabilitas UNY, sebagai narasumber.
Saat diwawancarai usai pembukaan kegiatan, Eva menjelaskan bahwa pemahaman mengenai disabilitas perlu dimiliki seluruh elemen kampus, termasuk tenaga kependidikan yang berhadapan langsung dengan mahasiswa.
Menurutnya, pelatihan serupa sebelumnya juga telah diberikan kepada dosen dan ketua program studi. Hal tersebut dilakukan karena kampus inklusif tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga menyangkut kebijakan akademik.
“Harapannya mereka kemudian tidak merasa terkucilkan. Mereka akan difasilitasi sesuai kebutuhan, termasuk pelayanan yang ideal dan optimal tanpa ada pembedaan,” kata Eva.
Ia menjelaskan, setiap mahasiswa penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tenaga kependidikan perlu memahami karakteristik dan jenis disabilitas agar pelayanan yang diberikan dapat disesuaikan.
Selain pelayanan, pengembangan kampus inklusif juga mencakup kurikulum serta sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas mahasiswa disabilitas. UHO juga telah melakukan pendataan terhadap mahasiswa penyandang disabilitas untuk membantu universitas mengetahui kebutuhan masing-masing mahasiswa.
Eva menambahkan, tenaga kependidikan perlu membangun kerja sama dengan pihak universitas, fakultas, maupun unit terkait dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa disabilitas, termasuk dalam pelayanan administrasi.
Ia berharap seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa, dapat bersama-sama mengoptimalkan layanan inklusivitas di UHO.
“Secara perlahan-lahan kita akan lebih mengoptimalkan layanan inklusivitas itu sendiri di Universitas Halu Oleo,” tutupnya.
Laporan: Elfa

4 hours ago
3

















































