SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar wisuda Sarjana ke-35 dan Pascasarjana ke-10 di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 672 mahasiswa dikukuhkan dalam prosesi tersebut. Mereka terdiri atas 646 lulusan program sarjana (S1) dan 26 lulusan program magister.
Para wisudawan berasal dari berbagai program studi di Unsultra, antara lain Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Pertambangan, Teknologi Hasil Pertanian, Peternakan, Agribisnis, Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Manajemen, Kewirausahaan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta program pascasarjana.
Prosesi wisuda dihadiri jajaran Senat Unsultra, Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si., Ketua Dewan Pembina Unsultra Dr. H. Nur Alam, SE., M.Si., serta unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Jamhir mengatakan wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan pendidikan para lulusan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi mereka untuk menghadapi kehidupan nyata dan berbagai tantangan di masyarakat.
“Di tengah era disrupsi teknologi, tantangan teknologi global sudah menunggu kalian,” ujar Jamhir.
Ia menitipkan tiga pesan kepada para lulusan yang akan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Pertama, Jamhir meminta para alumni menjaga integritas di atas segala-galanya. Menurut dia, di tengah lingkungan yang kerap mengagungkan jalan pintas, lulusan Unsultra harus tetap menjadi pribadi yang jujur dan profesional.
Kedua, ia meminta para lulusan terus belajar dan mampu beradaptasi. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, kata dia, dapat mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.
“Dalam hidup yang terus menuntut kita berubah, belajarlah melihat apa yang dikatakan orang lain, jangan melihat siapa yang mengatakan. Selama itu baik, ambil semua pelajaran dan pesan penting yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ketiga, Jamhir meminta para alumni hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.
“Janganlah hanya jadi penonton di tengah masyarakat. Gunakan ilmu untuk menyelesaikan masalah sekecil apa pun,” ujarnya.
Jamhir juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Unsultra. Ia turut mengapresiasi para dosen yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan studi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Unsultra Nur Alam mengatakan kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan, kata dia, akan menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks ketika memasuki dunia nyata.
“Di dunia nyata, Saudara akan menemukan persoalan yang jauh lebih sulit. Tidak ada pilihan A, B, C, atau D, tidak ada dosen yang membenarkan, dan tidak ada buku yang selalu memberi jawaban,” kata Nur Alam.
Menurut dia, kemampuan menghadapi persoalan nyata membutuhkan keberanian mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, serta tanggung jawab atas pilihan yang dibuat.
Nur Alam juga diketahui berupaya hadir dalam prosesi wisuda tersebut setelah sebelumnya berada di Jakarta. Karena adanya kendala penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, ia menempuh perjalanan darat hingga Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan itu, pimpinan Unsultra juga mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tetapi tentang seberapa banyak yang bisa kita bawa naik bersama kita,” demikian pesan yang disampaikan kepada para wisudawan.
Para lulusan juga didorong untuk menggabungkan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, inovasi, serta keberanian dalam menghadapi perubahan. Namun, kemampuan tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan integritas, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial.
“Hari ini adalah hari kelulusan Anda, besok adalah hari pertama Anda membangun sesuatu. Pergilah, bangunlah, dan jadilah bagian dari generasi yang bukan hanya mampu membaca masa depan, tetapi berani menciptakannya,” pesan tersebut menutup rangkaian motivasi bagi para lulusan.
Laporan: Riswan

5 hours ago
4

















































