Workshop Investigasi UHO: Mahasiswa Belajar Teknik Jurnalistik Investigasi dari Wartawan Senior SultraKini

9 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana Aula Bahtiar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) tampak berbeda pada Minggu (14/6/2026). Puluhan mahasiswa Program Studi Jurnalistik mengikuti Workshop Jurnalistik Investigasi bertajuk “Dari Dugaan ke Pembuktian: Pelatihan Jurnalisme Investigasi untuk Membangun Kemampuan Analisis dan Peliputan Mahasiswa”.

Kegiatan tersebut digagas sebagai ruang belajar bagi mahasiswa agar tidak hanya memahami teori jurnalistik investigasi di dalam kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai praktik peliputan investigasi di lapangan.

Dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik Investigasi yang juga Pendiri SultraKini.com, Dr. M. Djufri Rachim, M.Si., mengatakan workshop ini menghadirkan wartawan senior SultraKini.com yang telah berpengalaman melakukan peliputan investigasi dalam berbagai isu strategis di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, pembelajaran di ruang kelas selama ini lebih banyak berfokus pada aspek teoritis. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi yang telah terjun melakukan investigasi di lapangan.

Dalam sambutannya, Djufri Rachim menjelaskan bahwa tidak banyak media di Indonesia yang secara konsisten menjalankan liputan investigasi. Salah satu media yang dikenal aktif melakukan praktik tersebut adalah Tempo.

Ia menyebutkan bahwa Tempo selama ini mendorong penguatan jurnalisme investigasi melalui kolaborasi dengan media-media lokal di berbagai daerah. Hingga saat ini, terdapat sekitar 30 media lokal di Indonesia yang terlibat dalam jaringan kolaborasi tersebut.

“Tempo merasa jurnalisme investigasi tidak cukup hanya dilakukan oleh mereka sendiri. Liputan investigasi harus tumbuh di berbagai daerah agar persoalan-persoalan publik dapat terungkap secara lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SultraKini.com menjadi salah satu media lokal yang tergabung dalam kolaborasi tersebut. Bahkan di Pulau Sulawesi, hanya dua media yang terlibat dalam jaringan kolaborasi investigasi bersama Tempo dan SultraKini.com menjadi salah satunya.

Djufri Rachim menegaskan bahwa jurnalisme investigasi tidak dapat dilakukan secara instan. Seorang jurnalis investigasi harus melalui proses pelatihan, pendampingan, serta penguatan kemampuan analisis sebelum terjun melakukan peliputan.

Ia mencontohkan sejumlah liputan investigasi yang pernah dilakukan SultraKini.com, mulai dari persoalan pertambangan di Morosi, banjir, pembangunan BTN, hingga berbagai isu publik lainnya. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting yang dapat dibagikan kepada mahasiswa.

“Saya mengajak seluruh mahasiswa jurnalistik untuk belajar kepada para senior yang telah berpengalaman. Bahkan saya sendiri masih terus belajar mengenai teknik dan metode peliputan investigasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga secara resmi membuka kegiatan Workshop Jurnalistik Investigasi bertajuk “Dari Dugaan ke Pembuktian: Pelatihan Jurnalisme Investigasi untuk Membangun Kemampuan Analisis dan Peliputan Mahasiswa” yang berlangsung di Aula Bahtiar FISIP UHO.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Dwy Rathynirmala, yang juga Wakil Ketua Angkatan 2024 Program Studi Jurnalistik, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti materi dengan serius karena ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal penting dalam dunia jurnalistik.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis, peliputan, hingga penulisan berita yang akurat dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan oleh calon jurnalis di masa depan.

“Semoga melalui pelatihan ini kita dapat memahami proses jurnalistik investigasi dengan baik dan mampu menerapkannya dalam praktik pemberitaan yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab. Melalui pelatihan ini pula kami berharap mahasiswa mampu membangun kemampuan analisis dan peliputan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan dunia jurnalistik di masa depan,” ujar Dwy Rathynirmala.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar memperhatikan materi yang disampaikan pemateri dan menjadikannya sebagai bekal dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|