STIKes Pelita Ibu Resmi Beralih Menjadi Universitas Pelita Ibu, Siap Perluas Program Studi dan Tingkatkan Mutu Pendidikan

19 hours ago 10

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Pelita Ibu resmi beralih bentuk menjadi Universitas Pelita Ibu setelah terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 572/B/O/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang izin perubahan bentuk STIKes Pelita Ibu di Kota Kendari menjadi Universitas Pelita Ibu.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 1958/DST/B1/HK.03.00/2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 25 Mei 2026 terkait penyampaian salinan keputusan Mendiktisaintek mengenai alih bentuk STIKes Pelita Ibu menjadi universitas.

Wawancara terkait alih bentuk menjadi Universitas Pelita Ibu tersebut dilakukan pada Selasa, 26 Mei 2026 bersama Wakil Ketua I STIKes Pelita Ibu Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. Sultan Andilah, S.Pd., M.Pd.

Alih bentuk tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi pendidikan yang selama ini dikenal fokus di bidang kesehatan. Dengan status baru sebagai universitas, Pelita Ibu kini memperluas cakupan keilmuan sekaligus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Dr. Sultan Andilah mengatakan perubahan ini bukan sekadar pergantian nama atau status kelembagaan, melainkan langkah besar menuju pengembangan institusi yang lebih luas dan berkualitas.

“Alih bentuk ini bukan sekadar perubahan nama atau status. Ini adalah lompatan kualitas dan perluasan misi. Sebagai universitas, kami kini memiliki tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya di bidang kesehatan yang selama ini menjadi keunggulan kami, tetapi juga merambah ke bidang hukum bisnis dan manajemen ritel. Ini cerminan bahwa Pelita Ibu hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara secara lebih menyeluruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ke depan Universitas Pelita Ibu juga berencana membuka lebih banyak program studi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

“InshaAllah, ke depan akan banyak membuka jurusan baru yang lebih dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Menurut Sultan, dengan perubahan status ini, pihak kampus memiliki harapan besar agar Universitas Pelita Ibu semakin dikenal dan dipercaya masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Tentu, harapan kami ke depan sangat besar. Dengan resminya Universitas Pelita Ibu melalui SK Menteri Nomor 572/B/O/2026 ini, kami berharap kampus ini semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, tidak hanya di Kota Kendari tetapi juga di seluruh Sulawesi Tenggara bahkan tingkat nasional. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami,” ungkapnya.

Selain itu, hadirnya dua program studi baru yakni S1 Hukum Bisnis dan S1 Manajemen Ritel diharapkan dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda daerah tanpa harus melanjutkan studi ke luar daerah.

“Kami ingin menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Dengan tambahan program studi baru ini, kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus merantau jauh,” tambahnya.

Universitas Pelita Ibu juga berkomitmen meningkatkan mutu institusi melalui penguatan akreditasi, pengembangan kualitas dosen, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi akreditasi institusi, pengembangan sumber daya dosen, penguatan fasilitas, maupun memperluas kerja sama dengan dunia industri, rumah sakit, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi lainnya,” jelas Sultan.

Ia berharap lulusan Universitas Pelita Ibu nantinya mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, hukum, hingga ekonomi.

“Kami berharap lulusan Universitas Pelita Ibu ke depan benar-benar menjadi SDM unggul yang siap berkontribusi demi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.

Di akhir keterangannya, Sultan menegaskan bahwa perubahan status menjadi universitas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah besar untuk terus berkembang dan berinovasi.

“Ini bukan puncak perjalanan kami. Ini adalah awal dari babak baru yang lebih besar. Kami akan terus berbenah, terus berinovasi, dan terus menyalakan pelita untuk generasi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|