SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setelah Rapat Senat Khusus Tertutup Universitas Halu Oleo (UHO) pada 10 Juli 2026 menetapkan Prof. Dr. Ir. Ida Usman, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., dan Dr. Herman, S.H., LL.M sebagai tiga calon Rektor UHO periode 2026–2030, proses pemilihan kini memasuki tahapan akhir di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pada Senin (27/7/2026), Ketua Senat UHO Prof. Dr. H. Jamili, M.Si mengungkapkan seluruh berkas ketiga calon telah diserahkan ke kementerian dan kampus kini tinggal menunggu penjadwalan pemilihan oleh Menteri.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Jamili saat ditemui usai kegiatan di Rektorat UHO. Ia menegaskan, seluruh tahapan yang menjadi kewenangan Senat UHO telah diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, bersama berkas tiga calon rektor, pihak kampus juga telah menyampaikan surat undangan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar dapat menghadiri proses pemilihan Rektor UHO di Kendari.
“Dalam berkas itu sudah dilengkapi surat mengundang Menteri. Di situ tertulis permohonan kesediaan Pak Menteri datang ke Kendari pada 10 Agustus 2026,” kata Prof. Jamili.
Namun, ia menjelaskan dalam surat tersebut juga dicantumkan catatan bahwa waktu pelaksanaan akan menyesuaikan dengan kesempatan Menteri. Karena itu, hingga kini pihak kampus masih menunggu kepastian jadwal dari kementerian.
“Waktu menyesuaikan kesempatan Pak Menteri. Jadi untuk tahap berikutnya kita tinggal menunggu saja kesiapan Pak Menteri. Dari kampus juga siap semua,” ujarnya.
Prof. Jamili mengungkapkan, hingga saat ini belum ada tahapan wawancara secara langsung antara Menteri dengan tiga calon rektor. Seluruh proses masih menunggu penjadwalan dari pihak kementerian.
“Secara per wawancara belum. Hari ini sampai beberapa bulan ke depan ada sekitar 10 perguruan tinggi yang juga sedang berproses, sehingga kementerian sedang mencari celah waktu untuk penjadwalannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kampus tidak dapat memastikan kapan tahapan pemilihan akan dilaksanakan karena seluruh kewenangan penjadwalan berada di tangan kementerian. Setelah Senat menetapkan tiga besar calon rektor, proses selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan Menteri.
“Yang jelas dari sisi kami tahapan tiga besar sudah selesai. Selanjutnya menjadi kewenangan Pak Menteri untuk menentukan waktunya,” katanya.
Meski demikian, Prof. Jamili berharap tahapan akhir pemilihan rektor dapat segera terlaksana sehingga Universitas Halu Oleo segera memiliki rektor definitif dan masa transisi kepemimpinan tidak berlangsung terlalu lama.
“Harapannya ya secepatnya supaya masa transisi ini tidak berlarut-larut,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

1 hour ago
2

















































