UHO Kukuhkan 9 Guru Besar, Kini Miliki 170 Profesor dan Bidik 250 Sebelum 2030

10 hours ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengukuhkan Guru Besar. Sebanyak sembilan Guru Besar dari empat fakultas dikukuhkan dalam Upacara Senat Terbuka UHO di Auditorium Mokodompit, Kendari, Jumat (11/9/2026).

Sembilan Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Pertanian (FP) sebanyak tiga orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tiga orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dua orang, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) satu orang.

Adapun sembilan Guru Besar yang dikukuhkan, yaitu:

Prof. Dr. Ir. Hj. Rahayu M., M.P. – Fakultas Pertanian (FP), bidang ilmu Pengendalian Hama Terpadu.

Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P. – Fakultas Pertanian (FP), bidang ilmu Manajemen Risiko Agribisnis.

Prof. Dr. Gusnawaty HS, S.P., M.P., IPM, ASEAN.Eng – Fakultas Pertanian (FP), bidang ilmu Pengendalian Penyakit Terpadu.

Prof. Dr. Rosliana Eso, S.Si., M.Si. – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bidang Ilmu Kemagnetan Tanah dan Batuan.

Prof. Dr. Nasriadi Dali, M.Si. – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bidang Ilmu Kimia Sintesis Sensor Organik.

Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si. – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bidang Ilmu Fisika Terapan.

Prof. Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd. – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Sejarah.

Prof. Dr. Jamiludin, M.Hum. – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan.

Prof. Dr. Ir. Yusnaini, D.E.A. – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), bidang Ilmu Ekofisiologi Reproduksi Ikan.

Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengatakan pengukuhan sembilan Guru Besar tersebut menjadi kebahagiaan bagi seluruh sivitas akademika UHO.

Menurutnya, pencapaian jabatan fungsional Guru Besar bukan merupakan akhir dari perjalanan akademik, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Pencapaian predikat Guru Besar menjadi awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, dan selalu memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab moral, dan yang terpenting mampu memberi kontribusi kepada masyarakat luas,” kata Khairul Munadi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pengukuhan Guru Besar memiliki makna penting sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasi yang telah diraih, pemberian otoritas keilmuan, sekaligus peningkatan tanggung jawab.

Dengan tambahan sembilan Guru Besar tersebut, jumlah Guru Besar UHO kini mencapai 170 orang yang tersebar di 14 fakultas dengan berbagai bidang keilmuan.

UHO, kata Khairul, menargetkan jumlah Guru Besar dapat mencapai 200 hingga 250 orang sebelum tahun 2030.

“Bertambahnya jumlah Guru Besar akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Khairul berharap para Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah akademik dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Selain itu, para Guru Besar diharapkan terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas, memperkuat budaya akademik, serta memberikan kontribusi melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Guru Besar diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat peran UHO sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul serta pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Laporan: Lisa Julsinta Putri

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|