Dua Program Studi FKIP UHO Kendari Raih Pengakuan Internasional dari ASIIN

6 days ago 19

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dua program studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yakni Prodi Pendidikan Biologi dan Prodi Pendidikan Matematika, berhasil meraih akreditasi internasional dari ASIIN (Accreditation Agency for Study Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics).

Capaian ini dinilai sebagai prestasi luar biasa, mengingat akreditasi ASIIN baru dua kali diraih di lingkungan UHO. ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Jerman, dengan fokus pada bidang sains, matematika, informatika, dan rekayasa (engineering).

Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.P., mengatakan bahwa akreditasi internasional ASIIN membawa dampak strategis, tidak hanya bagi kedua prodi, tetapi juga bagi universitas secara keseluruhan.

“Dampaknya sangat besar. Pertama, tentu perhatian dan dukungan fasilitas dari perguruan tinggi akan lebih tinggi kepada dua prodi ini. Kedua, seluruh proses pembelajaran, mulai dari kurikulum hingga rancangan pembelajaran, akan menyesuaikan standar internasional ASIIN,” ujar Damhuri saat diwawancarai di Hotel Claro Kendari.

Menurutnya, dampak akreditasi ini juga sangat dirasakan oleh alumni, karena lulusan Prodi Pendidikan Biologi dan Matematika kini memiliki daya saing internasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kedua prodi tersebut.

“Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika ini adalah prodi tua di FKIP. Alhamdulillah, hari ini keduanya mampu menunjukkan kualitas dan diakui secara internasional,” tambahnya.

Damhuri menjelaskan, proses asesmen lapangan ASIIN berlangsung pada 19–20 Juli 2024. Saat itu, dirinya baru sekitar satu bulan dilantik sebagai dekan, namun tetap terlibat langsung dalam penyusunan dokumen akreditasi.

“Saya juga dosen di Prodi Pendidikan Biologi, sehingga otomatis terlibat sebagai tim. Penyusunan dokumen dilakukan secara serius dan didukung penuh oleh universitas, karena ini memang program universitas yang menjadi indikator kinerja rektor bersama kementerian,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia di kedua prodi yang dinilai sangat memadai dan kompeten.

Sebagai pimpinan fakultas, Damhuri memastikan FKIP akan memberikan perhatian khusus kepada kedua prodi tersebut, baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Akan ada dukungan dana dan kebijakan khusus. Ini sebagai bentuk reward, karena mereka sudah berjuang dan berhasil membawa nama baik fakultas dan universitas,” tegasnya.

Selain telah meraih predikat Unggul secara nasional, kedua prodi kini juga menyandang status akreditasi internasional, yang tentu membawa perbedaan signifikan dalam sistem pembelajaran.

Damhuri menyebutkan, salah satu perubahan utama adalah pada pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang kini mengacu pada standar internasional.

“Selama ini kita mengajar dengan pendekatan nasional. Sekarang, presentasi dosen sudah menggunakan bahasa Inggris dalam bentuk PPT, meskipun penyampaian masih bisa dalam bahasa Indonesia. Tantangannya ke depan adalah peningkatan kemampuan bahasa Inggris dosen,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah kewajiban untuk menghadirkan mahasiswa asing sebagai bagian dari standar ASIIN. Saat ini, FKIP UHO telah menjalin kemitraan dengan mahasiswa dari Filipina, Vietnam, dan Myanmar.

Akreditasi internasional ASIIN ini berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 2025 hingga 2030.

Damhuri berharap, capaian ini menjadi pemicu bagi mahasiswa dan pengelola prodi untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar berstandar internasional. Begitu juga manajemen program studi, harus dikelola dengan sistem dan tata kelola internasional,” pungkasnya.

Dengan diraihnya akreditasi ASIIN, FKIP UHO semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing global.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|