UHO, USN, dan UM Kendari Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Antarperguruan Tinggi di Sultra

7 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo, Dr. Herman, S.H., LL.M menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menjunjung nilai “bersih hati” dalam momentum Halal Bihalal yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersih Hati, Erat Silaturahmi, Maju Bersama UHO” tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ratusan peserta, mulai dari dosen, pejabat struktural, hingga perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Plt Rektor Dr. Herman menyoroti dinamika internal kampus, khususnya pasca kontestasi yang dinilai masih menyisakan luka di tengah civitas akademika. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersikap bijak dalam menghadapi potensi kontestasi ke depan.

“Kita harus mampu menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dilakukan. Saya memahami betul bahwa kita mungkin belum sepenuhnya pulih dari dinamika tahun lalu, namun kita harus mulai melangkah ke depan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejak awal penunjukannya oleh kementrian, baik sebagai Wakil Rektor III maupun kemudian sebagai Plt Rektor Dr. Herman mengatakan, bahwa tugas utamanya adalah melakukan rekonsiliasi dan menyatukan seluruh elemen kampus.

“Selama kurang lebih sembilan bulan, saya berupaya menjaga silaturahmi di antara kita. Bahkan saya sampaikan, jika keberadaan saya justru menimbulkan perpecahan, saya siap mundur. Namun jika bisa menjadi perekat, maka saya akan tetap berada di tengah,” tegasnya.

Menurutnya, kunci utama dalam menjaga kebersamaan adalah dengan mencari titik persamaan, bukan memperbesar perbedaan.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Halu Oleo dengan Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN) serta Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi di daerah.

Dr. Herman menilai, kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema “bersih hati” yang diangkat dalam kegiatan ini memiliki makna mendalam, yakni mengajak seluruh civitas akademika untuk menjauhkan diri dari sifat iri, dengki, merasa paling benar, serta sikap egois.

“Nilai-nilai inilah yang harus kita hilangkan. Sebaliknya, kita harus membangun sikap saling menghargai dan menjaga kebersamaan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga netralitas dalam menghadapi dinamika organisasi. Menurutnya, setiap individu memiliki hak untuk memilih, baik untuk maju maupun mendukung pihak tertentu, tanpa adanya tekanan.

“Saya tidak pernah mengarahkan atau melarang siapa pun. Silakan menentukan pilihan masing-masing, yang penting kita tetap menjaga persatuan,” katanya.

Ia mengibaratkan dinamika tersebut seperti olahraga, di mana perbedaan tidak menghilangkan rasa saling menghargai.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk mengedepankan musyawarah, memperkuat silaturahmi, dan bersama-sama membawa kampus ke arah yang lebih maju.

Acara Halal Bihalal tersebut ditutup dengan sesi salam-salaman antar peserta, yang semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kampus.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|