SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo menggelar wisuda periode ketiga tahun 2026 pada Rabu, 15 April 2026, yang berlangsung di Auditorium Mokodompit. Sebanyak 702 mahasiswa mengikuti prosesi tersebut. Salah satu wisudawan terbaik pada kesempatan ini adalah Dwi Rahmahdania dari Fakultas Pertanian UHO, Program Studi Penyuluhan Pertanian.
Ia lahir pada 19 November 2004 dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Alfiansyah dan Linda Farika. Ia lulus dengan predikat pujian dari Fakultas Pertanian, Program Studi Penyuluhan Pertanian, Universitas Halu Oleo.
Sementara itu, predikat lulusan terbaik tingkat Universitas diraih oleh Dwi Rahmahdania dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan lama studi 3 tahun 5 bulan. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian S1, Fakultas Pertanian.
Dwi mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi hasil dari perjuangan panjang selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
“Perasaan saya tentu luar biasa, sangat bangga. Saya berasal dari luar Sulawesi Tenggara, tepatnya dari Sumatera Selatan. Menjadi kebanggaan tersendiri ketika kedua orang tua dan keluarga datang dan melihat langsung hasil perjuangan saya selama ini di kampus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, alasan memilih Universitas Halu Oleo karena berbagai keunggulan yang dimiliki, mulai dari kualitas pendidikan, lingkungan akademik yang mendukung, hingga peluang pengembangan diri yang luas.
Lebih lanjut, Dwi juga membagikan motivasi kepada mahasiswa lainnya, khususnya di Program Studi Penyuluhan Pertanian, agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Ingat kembali tujuan awal datang ke Kendari dan untuk apa kita berjuang. Ketika nama kita disebut saat wisuda, itu akan menjadi kebahagiaan luar biasa, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga,” ujarnya.
Selama menjalani perkuliahan, Dwi aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Penyuluhan Pertanian serta Mahasiswa Pencinta Mushola (MPM) Al Zaytun. Ia mengaku mampu membagi waktu dengan menetapkan skala prioritas.
“Dalam membagi waktu antara kuliah dan organisasi, saya selalu melihat mana yang paling mendesak, namun tetap berpegang pada tujuan utama, yaitu menyelesaikan studi dan lulus tepat waktu,” jelasnya.
Ke depan, Dwi berencana melanjutkan studi ke jenjang magister (S2). Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri sekaligus mencari peluang beasiswa.
“Ada dua kampus yang menjadi tujuan saya, salah satunya Institut Pertanian Bogor (IPB), yang sejak awal memang menjadi kampus impian saya. Namun, tidak menutup kemungkinan saya juga melanjutkan studi di UHO, karena saya merasakan kuatnya nilai kekeluargaan dan kekompakan di sini,” tuturnya.
Laporan: Andi Mahfud

12 hours ago
5

















































