SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak delapan lokasi kebakaran lahan terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 5 September 2026. Luas lahan yang tercatat terbakar mencapai sekitar 2 hektare 160 meter. Seluruh kejadian berhasil ditangani Damkarmat Kendari dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Humas Damkarmat Kendari, Martoyo Awaluddin, menyampaikan kebakaran lahan tersebut tersebar di lima kelurahan, yakni Lepo-lepo, Anduonohu, Wundudopi, Mokoau, dan Kemaraya. Petugas dikerahkan dari sejumlah pos untuk menangani kebakaran yang terjadi secara berurutan dan bersamaan.
Berdasarkan laporan yang diterima, satu titik kebakaran terjadi di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, tepatnya di Jl. Boulivart I.
Sementara itu, empat titik kebakaran tercatat di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia. Lokasinya berada di Lorong Cendana, Jl. Badak Lorong Maleo, Lorong Ganesa dekat Bundaran Tank, dan Jl. Tinggololi dekat Perumahan Pesona Alam.
Kebakaran lainnya terjadi di belakang BTN The Villas, Kelurahan Wundudopi, serta Jl. Poros Nanga-nanga, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu. Satu titik tambahan berada di Jl. Palapa, Kemaraya, depan Kantor Plaza Telkom.
Dari delapan laporan tersebut, luas lahan yang tercatat antara lain sekitar dua hektare di belakang BTN The Villas, 100 meter di Mokoau, serta 30 meter masing-masing di Jl. Boulivart I dan Jl. Palapa Kemaraya. Dengan demikian, total luas yang tercatat mencapai sekitar 2 hektare 160 meter.
Namun, luas lahan di Lorong Cendana, Jl. Badak Lorong Maleo, Lorong Ganesa, dan Jl. Tinggololi belum dicantumkan dalam laporan. Karena itu, luas keseluruhan lahan yang terbakar belum dapat dipastikan.
“Untuk hari ini ada delapan titik kebakaran lahan yang kami tangani. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api,” kata Martoyo Awaluddin.
Penanganan dilakukan oleh tim dari Poskotis Boulivart, Pos Poasia, Pos Benua-benua, dan Mako Damkarmat Kendari. Petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi kejadian.
Di Kelurahan Anduonohu, kebakaran di Lorong Cendana dilaporkan masuk pada pukul 11.11 Wita dan berhasil dipadamkan pada pukul 11.27 Wita. Selanjutnya, kebakaran di Jl. Badak Lorong Maleo dilaporkan pada pukul 12.05 Wita dan selesai ditangani pada pukul 12.29 Wita.
Kebakaran di Lorong Ganesa dilaporkan pada pukul 13.49 Wita dan berhasil dipadamkan pada pukul 14.50 Wita. Dalam laporan tersebut, penyebab sementara diduga berasal dari warga yang membakar sampah di area lahan.
“Dari kejadian yang kami tangani, sebagian penyebabnya masih belum diketahui. Karena itu, kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, terutama di lahan kosong,” ujar Martoyo.
Kebakaran di Jl. Tinggololi dekat Perumahan Pesona Alam dilaporkan pada pukul 13.53 Wita. Petugas tiba sekitar pukul 14.05 Wita dan menyelesaikan pemadaman pada pukul 15.25 Wita.
Di wilayah Lepo-lepo, kebakaran Jl. Boulivart I dilaporkan pada pukul 09.48 Wita dan selesai dipadamkan pada pukul 10.10 Wita.
Kebakaran di belakang BTN The Villas dilaporkan pada pukul 12.54 Wita dan berhasil dipadamkan pada pukul 13.47 Wita. Sedangkan kebakaran di Jl. Palapa, Kemaraya, dilaporkan pada pukul 15.10 Wita dan selesai dipadamkan pada pukul 15.25 Wita.
Kebakaran di Jl. Poros Nanga-nanga, Kelurahan Mokoau, dilaporkan pada pukul 14.05 Wita. Petugas menyelesaikan pemadaman pada pukul 15.27 Wita, dengan luas lahan terbakar tercatat sekitar 100 meter.
Seluruh kejadian kebakaran lahan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Damkarmat Kendari mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat titik api, terutama di sekitar permukiman warga.
Damkarmat Kendari mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan kejadian kebakaran melalui saluran pengaduan yang tersedia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas dan membahayakan permukiman warga.
Laporan: Andi Mahfud

6 hours ago
9

















































