SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Lambusa, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (6/9/2026).
PKL tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan jurnalistik sekaligus menggali berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat desa. Kegiatan diarahkan pada penguatan literasi media serta keterampilan reportase dan menulis berita dengan perspektif Sustainable Development Goals (SDGs).
Koordinator Program Studi Jurnalistik FISIP UHO, Herman, mengatakan PKL merupakan program Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dilaksanakan dengan melibatkan seluruh program studi di lingkungan FISIP UHO.
Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui proses pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga berhadapan langsung dengan realitas sosial di masyarakat.
“Melalui PKL, mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan kondisi riil masyarakat. Mereka belajar mengidentifikasi persoalan, menggali informasi, dan memahami bagaimana isu-isu pembangunan berkelanjutan atau SDGs hadir dalam kehidupan masyarakat desa,” kata Herman kepada SultraKini.com.
Bagi mahasiswa Jurnalistik, pengalaman lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran reportase. Mahasiswa dituntut menemukan fakta, memilih sumber yang relevan, melakukan wawancara dan observasi, memverifikasi informasi, serta mengolah temuannya menjadi karya jurnalistik.
Selama PKL, mahasiswa diarahkan menggali sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Desa Lambusa. Isu tersebut mencakup ekonomi dan mata pencaharian masyarakat, pertanian dan ketahanan pangan, pendidikan dan literasi digital, kesehatan dan sanitasi, serta lingkungan dan perubahan iklim.
Penggalian isu dilakukan dengan perspektif SDGs agar mahasiswa dapat melihat hubungan antara persoalan yang ditemukan pada tingkat desa dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
Pada sektor ekonomi, misalnya, mahasiswa menggali kondisi usaha masyarakat dan bagaimana pelaku usaha memanfaatkan media digital untuk promosi, berkomunikasi dengan pelanggan, serta memperluas akses pasar.
Di sektor pertanian, mahasiswa menelusuri bagaimana petani memperoleh informasi mengenai produksi, cuaca, sarana produksi, harga, dan pemasaran hasil pertanian, termasuk penggunaan telepon pintar, internet, media sosial, dan saluran informasi lainnya.
Mahasiswa juga menggali praktik literasi informasi digital generasi muda desa, terutama bagaimana mereka mencari informasi, menilai kredibilitas sumber, melakukan verifikasi, serta menggunakan dan membagikan informasi melalui berbagai platform digital.
Sementara pada bidang kesehatan, penggalian data diarahkan pada akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, air bersih, sanitasi, dan kebersihan lingkungan serta peran petugas kesehatan, kader dan media digital dalam penyebaran informasi.
Isu lingkungan menjadi bagian lain yang didalami. Mahasiswa mengidentifikasi perubahan kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat, sumber informasi mengenai cuaca dan lingkungan, pola komunikasi risiko, hingga berbagai bentuk respons masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang mereka hadapi.
Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, mahasiswa didampingi lima dosen pendamping, yakni Marsia Sumule G., S.Sos., M.I.Kom, Indra Lestari, S.IP., M.I.Kom, La Iba, S.IP., M.Si, Dr. Muh. Djufri Rachim, M.Si, dan La Ode Herman Halika, S.IP., M.I.Kom.
Para dosen bertugas memberikan pembekalan dan arahan, melakukan pendampingan serta supervisi kegiatan mahasiswa, hingga membantu proses evaluasi kegiatan lapangan.
Pendampingan juga dilakukan dalam kegiatan observasi, wawancara, reportase, penulisan berita, publikasi, dan penyusunan laporan PKL.
Melalui pola tersebut, Desa Lambusa menjadi ruang belajar jurnalistik secara langsung. Mahasiswa tidak hanya dituntut menjawab pertanyaan apa yang terjadi, tetapi juga menggali mengapa persoalan itu terjadi, bagaimana masyarakat menghadapinya, serta apa maknanya bagi pembangunan desa.
Data yang dikumpulkan mahasiswa selanjutnya akan diolah menjadi laporan PKL dan karya jurnalistik. Temuan lapangan juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai persoalan pembangunan masyarakat Desa Lambusa dalam perspektif SDGs.
Laporan: Shen Keanu

2 hours ago
4

















































