SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan menjadi tujuan utama kegiatan QRIS POT (Q-Pot) yang digelar GenBI Komisariat UIN Kendari di Desa Kota Bangun, Jumat (4/9/2026) sore.
Program tersebut merupakan bagian dari GenBI Berdasi di bawah Departemen Lingkungan Hidup. Melalui Q-Pot, GenBI tidak hanya memberikan edukasi tentang budidaya tanaman, tetapi juga membagikan bibit cabai dan tomat sebagai langkah awal bagi masyarakat untuk mulai menanam.
Kepala Departemen Lingkungan Hidup GenBI Komisariat UIN Kendari, Wahdini, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kebutuhan pangan bisa dipenuhi secara mandiri, meski dimulai dari hal sederhana.
“Q-Pot adalah wujud aksi nyata, tidak sekadar memberi tahu, tetapi langsung membagikan bibit kepada masyarakat dengan nilai simbolis, sekaligus mengajak masyarakat menanam di pekarangan,” kata Wahdini.
Ia menjelaskan, cabai dan tomat dipilih karena berkaitan erat dengan fluktuasi harga pangan dan inflasi. Kedua tanaman tersebut juga relatif mudah dibudidayakan dan dapat dipanen berulang kali, sehingga cocok ditanam di pekarangan rumah.
Menurut Wahdini, masyarakat yang mampu menanam cabai dan tomat sendiri dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian di pasar. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, langkah tersebut juga berpotensi menghemat pengeluaran.
Dalam pelaksanaannya, Q-Pot mengusung nilai simbolis Rp6 sebagai sarana sosialisasi penggunaan QRIS. Namun, pada kegiatan kali ini, masyarakat tidak diwajibkan melakukan scan QRIS Rp6 untuk mendapatkan bibit.
“Nilai simbolis Rp6 juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi penggunaan QRIS. Namun kali ini kami lebih fleksibel, tetap mengedukasi QRIS, tetapi tidak diwajibkan scan Rp6 mengingat banyak warga yang belum menggunakan mobile banking,” jelasnya.
Pembagian bibit dilakukan di dua lokasi. Kelompok pertama di BTN Maleo 2 menyalurkan 19 bibit, sedangkan kelompok kedua di Jalan Mawar menyalurkan 28 bibit. Total terdapat 47 bibit yang dibagikan kepada warga di kedua lokasi tersebut.
Wahdini mengatakan, fokus utama Q-Pot kali ini lebih diarahkan pada pemberian manfaat kepada masyarakat. Edukasi penggunaan QRIS tetap dilakukan, tetapi tidak menjadi syarat utama untuk memperoleh bibit.
Ia berharap bibit yang dibagikan dapat dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang dibagikan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan.
“Kami tidak berharap semua 47 bibit pasti tumbuh, namun satu atau dua yang tumbuh dan bermanfaat, itu sudah sangat berarti. Perubahan kecil pun dampaknya bisa sangat nyata,” ungkapnya.
Untuk periode kepengurusan GenBI Komisariat UIN Kendari 2025–2026, kegiatan Q-Pot telah berakhir. Meski demikian, Wahdini berharap program tersebut tetap dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya karena dinilai memberikan langkah awal bagi masyarakat yang ingin mulai menanam.i
“Menurut saya sangat bermanfaat, tidak hanya mengajarkan, tetapi langsung memberikan langkah awal bagi masyarakat yang ingin memulai tapi belum tahu bagaimana memulainya,” tuturnya.
Laporan: Andi Mahfud

19 hours ago
11

















































