SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menyebut angka inflasi daerah pada periode ini mulai menunjukkan tren penurunan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Selasa (1/9/2026), dengan inflasi Kendari tercatat sebesar 3,66 persen.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Nismawati, mengatakan capaian tersebut menjadi perkembangan positif meski inflasi Kendari masih berada di atas angka moderat 3 persen. Dengan demikian, selisih inflasi saat ini mencapai 0,66 persen.
“Alhamdulillah bulan ini inflasi kita sudah turun dan mendekati angka moderat, 3,66. Tinggal turun 0,16,” kata Nismawati.
Meski mengalami penurunan, Kendari masih tercatat sebagai daerah dengan angka inflasi tertinggi di Sulawesi Tenggara. Sementara itu, Kabupaten Kolaka berada pada angka 3,60 persen, sehingga selisih inflasi kedua daerah tersebut hanya 0,06 persen.
Nismawati menjelaskan, tekanan inflasi pada periode ini lebih banyak berasal dari kelompok komoditas nonmakanan. Kondisi tersebut membuat ruang intervensi langsung Pemerintah Kota Kendari relatif terbatas karena sebagian besar komoditas penyumbang inflasi berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 10 komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Kota Kendari. Angkutan udara menjadi penyumbang tertinggi dengan andil 0,81 persen, disusul emas perhiasan sebesar 0,45 persen dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen.
Selanjutnya, bensin memberikan andil 0,27 persen, akademi/perguruan tinggi 0,24 persen, telepon seluler 0,18 persen, mobil 0,14 persen, ikan kembung 0,11 persen, sigaret kretek mesin 0,11 persen, serta lemari pakaian sebesar 0,09 persen.
Dari sejumlah komoditas tersebut, ikan kembung menjadi salah satu komoditas yang masih dapat mendapat perhatian lebih langsung dari pemerintah daerah karena berkaitan dengan kebutuhan pangan masyarakat.
“Secara umum Pemkot Kendari tidak punya kewenangan untuk intervensi, kecuali ikan kembung,” jelas Nismawati.
Meski demikian, Pemkot Kendari tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan faktor-faktor yang memengaruhi inflasi. Pengendalian juga dilakukan melalui koordinasi bersama pihak terkait, terutama untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Penurunan inflasi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar tren positif dapat terus dipertahankan pada periode berikutnya. Nismawati menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena tidak seluruh penyebab kenaikan harga dapat diintervensi pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Kendari berharap koordinasi dan pemantauan kondisi ekonomi dapat terus diperkuat sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan.
Laporan: Andi Mahfud

19 hours ago
11

















































