Usai Wawancara di Kementerian, Herman Ungkap Pesan soal Pilrek UHO

3 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030, Dr. Herman, S.H., LL.M., mengungkap pesan pihak kementerian setelah dirinya mengikuti wawancara terkait proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO. Herman mengatakan kementerian menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan menjadikan Pilrek sebagai proses untuk memilih sosok terbaik bagi kemajuan UHO.

Dr. Herman menyampaikan hal tersebut saat ditemui dalam salah satu kegiatan di lingkungan UHO, Sabtu (12/9/2026). Sebelumnya, ia mengikuti wawancara dengan pihak kementerian secara daring pada Jumat (11/9/2026).

Sebagai salah satu dari tiga kandidat yang telah mengikuti tahapan Pilrek UHO, Herman mengaku tetap optimistis dengan peluangnya. Namun, ia menegaskan seluruh kandidat memiliki kesempatan yang sama dalam proses pemilihan.

“Optimismenya itu satu. Tidak mungkin yang dipilih di luar dari tiga itu. Kalau semua punya kesempatan yang sama, doakan saja,” ujar Herman.

Dr. Herman mengatakan sikap optimistis tersebut merupakan hal yang wajar sebagai kandidat. Meski demikian, ia memilih menghormati hasil akhir yang nantinya ditetapkan melalui seluruh tahapan Pilrek UHO.

“Saya secara pribadi, seperti tadi, saya sebagai atlet, saya optimis, tapi kita harus percaya bahwa begitu hasilnya selesai, itulah hasil yang terbaik,” katanya.

Selain membahas peluang kandidat, Herman juga mengungkap pesan yang disampaikan pihak kementerian dalam wawancara tersebut. Menurutnya, pesan itu diberikan secara umum dan tidak diarahkan hanya kepada dirinya sebagai salah satu kandidat.

Dr. Herman menyebut kementerian mengingatkan bahwa Pilrek UHO tidak seharusnya dipandang sebagai pertarungan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Proses tersebut lebih kepada menentukan siapa yang dipercaya untuk memimpin universitas.

“Bapak Menteri itu anggap bahwa pemilihan rektor itu bukan soal menang kalah, tapi pemilihan rektor itu adalah keterpilihan dan tidak terpilih,” jelas Herman.

Ia melanjutkan, sosok rektor yang akan memimpin UHO ke depan diharapkan bukan sekadar menjadi pemenang dalam proses pemilihan. Rektor terpilih harus memiliki gagasan dan kemampuan untuk membawa UHO semakin maju.

“Rektor ke depan itu bukan siapa dia yang lebih, tapi dia yang punya gagasan untuk memajukan Universitas Halu Oleo,” tuturnya.

Menurut Dr. Herman, pesan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan silaturahmi seluruh keluarga besar UHO. Hal itu dinilai penting agar proses Pilrek tidak menimbulkan perpecahan setelah tahapan pemilihan selesai.

Kekompakan dan suasana kampus yang tenang, kata Herman, dibutuhkan agar cita-cita pengembangan UHO dapat berjalan dengan baik. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga hubungan baik dalam setiap tahapan Pilrek.

“Sekaligus juga memberikan kemauan untuk kita tetap menjaga kekompakan, menjaga silaturahmi, agar ke depan itu lebih tenang, lebih damai, sehingga cita-cita Universitas Halu Oleo itu bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ketika ditanya apakah pesan tersebut juga ditujukan kepada dua kandidat lainnya, Herman menegaskan bahwa yang disampaikannya kepada publik merupakan pesan yang bersifat umum. Sementara pembicaraan yang bersifat pribadi antara dirinya dan pihak kementerian tidak ia ungkapkan.

“Saya mohon maaf kalau terkait yang personal. Kalau tadi secara umum, ya. Kalau secara pribadi-pribadi, saya kira biarlah. Itu adalah saya dengan Pak Menteri,” pungkas Dr. Herman.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|