GPM Digelar di Eks-MTQ Kendari, Pemkot Sebut Sudah 110 Kali Sepanjang 2026

1 day ago 18

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026, tersebut dipusatkan di Kawasan Eks-MTQ Kota Kendari, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Kendari, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kecamatan Mandonga.

GPM resmi dibuka oleh perwakilan Kejati Sulawesi Tenggara, Agus Sudiarto, S.H., M.H., dan dihadiri Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M. Kegiatan itu turut melibatkan Kejaksaan Negeri Kendari, Bulog Wilayah Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, PT Midi Utama Indonesia Tbk serta sejumlah pemangku kepentingan.

Wali Kota Kendari mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi lintas lembaga untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain menjaga daya beli, GPM juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Sepanjang 2026, Pemerintah Kota Kendari telah melaksanakan dan memfasilitasi GPM sebanyak 110 kali. Jumlah tersebut melanjutkan pelaksanaan program serupa pada 2025 yang mencapai 120 kali.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat, menjaga daya beli, serta menekan laju inflasi melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok,” ujar Siska.

Upaya pengendalian harga juga dilakukan melalui pemantauan kebutuhan pokok di 14 pasar yang tersebar di Kota Kendari. Pemkot bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait melakukan pemantauan untuk memastikan kestabilan harga sekaligus kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan perkembangan inflasi daerah, inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,66 persen. Pemerintah menyebut kondisi tersebut antara lain dipengaruhi fluktuasi biaya transportasi dan distribusi barang yang berasal dari luar daerah.

Di sisi lain, Siska menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kota Kendari menunjukkan capaian positif. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari tercatat 7,78 persen dan menempatkan Kendari sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Dalam GPM tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, gula pasir, dan Minyakita. Selain itu, panitia juga melakukan penyerahan voucher kepada masyarakat.

Perwakilan Kejati Sulawesi Tenggara, Agus Sudiarto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM merupakan salah satu bentuk bakti Kejaksaan kepada masyarakat, khususnya melalui penyediaan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah Kota Kendari berharap kolaborasi bersama Kejati Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergi ini diharapkan terus terjalin dalam mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|