SSIK 2026 Dibuka di Kendari, WR I UHO Soroti Perubahan Iklim dan Konflik Sosial

21 hours ago 12

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wakil Rektor I Universitas Halu Oleo (UHO) Bidang Akademik, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., mewakili Plt Rektor UHO sekaligus membuka secara resmi Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK) 2026 Series VI di Hotel Claro Kendari, Selasa (1/9/2026).

SSIK 2026 mengusung tema “Strengthening Community Resilience Amid Global Uncertainty, Crisis, and Conflict” atau penguatan ketangguhan masyarakat di tengah ketidakpastian global, krisis, dan konflik.

Kegiatan tersebut melibatkan akademisi dan mahasiswa serta menghadirkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi, baik dari Indonesia maupun Malaysia. Di antaranya Universitas Teuku Umar, Universiti Putra Malaysia, dan Universitas Abulyatama.

Seminar ini menjadi ruang akademik untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya isu perubahan iklim, ketidakpastian global hingga konflik sosial. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke masyarakat untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi komunitas.

Usai membuka kegiatan, Prof. La Ode Santiaji Bande mengatakan SSIK 2026 memiliki relevansi kuat dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, berbagai perubahan yang terjadi perlu dikaji agar dapat menghasilkan strategi pencegahan dan penanganan yang berkelanjutan.

“Intinya adalah menemukan beberapa masalah, isu-isu perubahan, termasuk perubahan iklim, kemudian konflik sosial. Ini sangat penting sekali untuk kemudian bisa merumuskan strategi pencegahan masalah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap penguatan kerja sama internasional UHO. Keterlibatan perguruan tinggi dari berbagai daerah dan negara dinilai dapat memperluas jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk kerja sama internasional. Saya kira ini sangat bagus sekali untuk meningkatkan jaringan kerja sama dalam bentuk tridharma,” katanya.

Prof. La Ode menyebut, kolaborasi yang dibangun melalui SSIK juga telah menghasilkan kegiatan penelitian dan publikasi bersama. Hal tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan akademisi dan mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antarperguruan tinggi.

“Tadi juga saya dibagikan buku hasil kegiatan-kegiatan ini. Mereka melakukan penelitian bersama, publikasi bersama. Saya kira itu sangat penting sekali, sehingga jaringan kerja sama tetap terbuka dan semakin lebar,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga dapat memberikan pengalaman akademik dan memperluas wawasan mereka melalui interaksi dengan akademisi serta mahasiswa dari perguruan tinggi mitra.

Selain seminar, rangkaian SSIK 2026 juga diarahkan pada kegiatan di tengah masyarakat. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memahami persoalan komunitas secara langsung dan menghubungkannya dengan pembahasan akademik dalam seminar.

Prof. La Ode berharap kolaborasi yang terbangun melalui SSIK dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.

“Ini bisa membuka wawasan mereka, bisa berkunjung ke Malaysia, bisa mengenal dan mendapatkan pengalaman. Jadi, dampaknya cukup tinggi,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|