SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Pencarian terhadap La Mai (62), warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, yang diduga hilang di kawasan hutan dekat kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), kembali dilakukan pada Jumat (28/8/2026). Namun, hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan.
Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sejak pukul 07.00 Wita dengan membagi personel menjadi tiga tim. Pembagian tersebut dilakukan untuk memperluas penyisiran di sejumlah area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Tim pertama menyisir sisi kanan area pencarian dengan luas sekitar 800 x 1.500 meter. Penyisiran dilakukan menggunakan metode pencarian darat serta mengikuti sejumlah jalan setapak yang berada di kawasan tersebut.
Sementara Tim 2 menyisir sisi kiri dengan luas area yang sama, yakni sekitar 800 x 1.500 meter. Tim melakukan pencarian dengan berjalan kaki dan menyusuri jalur yang memungkinkan dilalui korban.
Tim ketiga difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban diketahui terlihat atau Last Known Position (LKP). Penyisiran dilakukan hingga radius tiga kilometer dengan menggunakan motor trail, termasuk menyisir sejumlah jalan yang diduga pernah dilalui korban.
La Mai diketahui meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026 untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan. Korban kemudian terakhir kali terlihat oleh warga di wilayah Padabalano, sekitar kawasan hutan dekat kampus USN.
Berdasarkan keterangan keluarga, La Mai diketahui sudah mengalami pikun. Pihak keluarga bersama Babinsa, aparat desa dan masyarakat sekitar sebelumnya juga telah melakukan pencarian secara mandiri, namun belum menemukan keberadaan korban.
Dalam operasi pencarian hari kedua, Tim SAR gabungan melibatkan Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) dan staf SMC Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Mawasangka, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.
Tim menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi SAR, di antaranya rescue car, motor trail, peralatan medis SAR, peralatan evakuasi, peralatan komunikasi dan perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Hingga pukul 17.00 Wita, pencarian terhadap La Mai masih nihil. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara karena kondisi pencarian hari itu telah berakhir dan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 Wita.
Plh. Kepala KPP Kendari, Iwan Gunawan, menyampaikan bahwa pencarian akan kembali dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan melanjutkan penyisiran di area yang telah ditentukan. Kondisi cuaca saat pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dari arah timur laut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Laporan: Andi Mahfud

16 hours ago
11

















































