BEM dan Organisasi Mahasiswa Gelar Bakti Sosial di Poasia, Ketua BEM FIB UHO Ajak Pemuda Peduli Lingkungan

14 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UHO bersama organisasi daerah (Orgada) dan berbagai lembaga kemahasiswaan menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Jaga Alam, Rawat Kehidupan” pada 9–10 Mei 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Poasia, Kelurahan Abeli, Kota Kendari ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan serta penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui aksi bersih lingkungan serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni BEM FIB UHO, BEM FKM UHO, GENBI UHO, Lentera Harapan Sultra, Bimbel Psiko Mafia, organisasi daerah (Orgada), pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.

Ketua BEM FIB UHO, Muhamad Malik Kasmetri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperhatikan kondisi kesehatan warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta fokus melakukan aksi bersih lingkungan di sejumlah titik di Kelurahan Poasia. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan pada hari pertama berjalan lancar berkat partisipasi aktif kurang lebih 100 warga yang turut membantu aksi bersih-bersih lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi cerminan kuatnya kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Menurut Malik, kebersihan lingkungan memiliki hubungan erat dengan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang tidak terjaga dapat menjadi sumber berbagai penyakit, sehingga aksi bersih lingkungan dinilai sebagai langkah pencegahan yang penting dilakukan.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi upaya membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan menggabungkan kedua kegiatan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan lebih menyeluruh bagi warga.

Selain aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, organisasi sosial, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.

Malik berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas organisasi dan dukungan aktif masyarakat.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelopor perubahan sosial di tengah masyarakat. Kepedulian kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan dan membantu sesama dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|