SULTRAKINI.COM: Guru Besar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Dr. M. Najib Husein, M.Si., resmi dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) dalam deklarasi organisasi profesi tersebut di IPB International Convention Center, Botani Square, Kota Bogor, Kamis (7/5/2026).
Keterlibatan akademisi asal Sulawesi Tenggara dalam jajaran pimpinan pusat ADPIKI dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring riset dan pengembangan ilmu komunikasi di kawasan timur Indonesia.
ADPIKI resmi dibentuk sebagai wadah kolaborasi dosen dan peneliti ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini membawa misi memperkuat riset nasional, meningkatkan kesejahteraan dosen, hingga merespons tantangan transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan disinformasi di era media baru.
Deklarasi ADPIKI mengusung tema “Ilmu Komunikasi Indonesia dalam Lanskap Global South dan Transformasi Digital: Tantangan Etis Profesional Dosen dan Peneliti” dan dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kampus serta lembaga riset nasional.
Ketua Umum ADPIKI, Dr. Heri Budianto, mengatakan organisasi tersebut dibentuk bukan sekadar perkumpulan formal akademisi, tetapi menjadi motor penggerak kolaborasi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“ADPIKI hadir sebagai wadah kolaborasi dosen dan peneliti. Kami ingin karya ilmiah yang lahir tidak berhenti di jurnal, tetapi memberi dampak sosial yang nyata,” ujar Heri.
Menurut dia, selama ini banyak dosen menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan akses hibah penelitian, publikasi jurnal internasional, hingga tingginya beban administrasi kampus yang memengaruhi produktivitas akademik.
Karena itu, ADPIKI menargetkan penguatan jejaring riset kolaboratif, pendampingan publikasi internasional, dan pengembangan sumber daya penelitian bagi dosen muda di Indonesia.
Selain isu akademik, organisasi tersebut juga mendorong reformasi kebijakan terkait kesejahteraan dosen, perlindungan profesi, hingga jaminan kesehatan tenaga pendidik.
Dalam acara deklarasi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, menegaskan pentingnya organisasi profesi menghadirkan nilai tambah bagi para anggotanya.
“Jika dosen dan peneliti merasa memperoleh added value, maka mereka akan aktif berada di organisasi tersebut,” kata Arif dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan ADPIKI turut diisi pelantikan pengurus pusat, simposium nasional, dan rapat kerja nasional (Rakernas). Simposium menghadirkan sejumlah guru besar dan pakar komunikasi untuk membahas isu strategis seperti etika komunikasi digital, ekologi media, komunikasi kebijakan publik, hingga penguatan literasi media masyarakat.
Susunan Pengurus Pusat ADPIKI
Adapun susunan Pengurus Pusat (PP) ADPIKI periode awal yakni:
• Ketua Umum: Dr. Heri Budianto, M.Si. (Universitas Mercu Buana)
• Wakil Ketua Umum: Dr. Mulharnetti Syas, M.S. (Universitas Paramadina)
• Wakil Ketua Umum: Prof. Dewi Kurniawati, M.Si., Ph.D. (Universitas Sumatera Utara)
• Wakil Ketua Umum: Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comm. (Universitas Padjadjaran)
• Wakil Ketua Umum: Prof. Dr. Puji Lestari, M.Si. (UPN Veteran Yogyakarta)
• Wakil Ketua Umum: Prof. Dr. M. Najib Husein, M.Si. (Universitas Halu Oleo)
• Sekretaris Jenderal: Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. (Universitas Ahmad Dahlan)
Sebelum resmi dideklarasikan, pembentukan ADPIKI telah diwacanakan sejak pertengahan 2025 melalui sejumlah forum daring yang melibatkan akademisi komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kata kunci SEO: Prof Najib Husein, Universitas Halu Oleo, UHO Kendari, ADPIKI,
Laporan: Andi Mahfud

18 hours ago
6

















































