SSIK 2026 di UHO Perkuat Kolaborasi Akademik Indonesia-Malaysia

18 hours ago 10

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) menjadi tuan rumah Seminar Serantau Isu-Isu Komuniti (SSIK) 2026 Series VII yang digelar selama dua hari di Hotel Claro Kendari, Selasa-Rabu (1-2/9/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Strengthening Community Resilience Amid Global Uncertainty, Crisis, and Conflict” dan dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari akademisi dan mahasiswa.

SSIK 2026 merupakan kegiatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat di antaranya UHO, Universitas Teuku Umar, Universitas Abulyatama Aceh, serta Institute for Social Advancement and Studies (IPSAS) Universiti Putra Malaysia (UPM).

Dekan FISIP UHO, Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun jejaring antarpeneliti, dosen dan akademisi dalam membahas berbagai persoalan masyarakat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Tujuannya adalah membangun jejaring bagi peneliti, dosen dan akademisi terhadap isu-isu yang kita angkat sekarang. Dalam situasi global ada ketidakpastian dan konflik, sehingga kita mencari pemikiran bagaimana masyarakat dapat tangguh dan bertahan menghadapi ketidakpastian itu,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Hasil kerja sama diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan.

“Ini salah satu cara kami di perguruan tinggi bahwa soal kolaborasi dan inovasi itu adalah bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dan berbagi pengalaman satu sama lain, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh segenap stakeholder yang ada,” jelasnya.

Dalam SSIK 2026, rangkaian kegiatan meliputi pemaparan keynote speaker, diskusi paralel, lomba poster bagi mahasiswa, diskusi panel bagi dosen, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).

FISIP UHO juga meluncurkan buku bertema disaster management. Eka menjelaskan, buku tersebut merupakan hasil riset dosen dari empat lembaga yang terlibat dalam kolaborasi SSIK.

“Ini hasil dari riset dosen dari keempat lembaga tadi yang kita tuangkan dalam bentuk buku,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia SSIK 2026, Dr. Jumrana, S.Sos., M.Si., M.Sc., mengatakan kegiatan tahun ini menjadi pelaksanaan SSIK Series VII. Kegiatan serupa sebelumnya juga pernah digelar di Aceh dan Malaysia, dengan tuan rumah yang bergantian setiap tahun.

“Ini kegiatan tahunan dan setiap tahun dilaksanakan secara bergantian. Tahun lalu dilaksanakan di Aceh, sebelumnya juga pernah di Malaysia, dan tahun ini FISIP UHO menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Jumrana menyebut, kegiatan tahun ini tidak hanya melibatkan peserta dari Indonesia dan Malaysia. Sejumlah partisipan dari negara lain, termasuk Senegal, juga turut hadir.

Selain memperkuat kerja sama antaruniversitas dan antarnegara, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung capaian kinerja perguruan tinggi melalui berbagai aktivitas akademik, penelitian, publikasi ilmiah, hingga keterlibatan mahasiswa.

“Tujuannya adalah kerja sama antaruniversitas dan antarnegara, sharing pengetahuan dan sebagainya. Kemudian ada implementasi indikator capaian atau kinerja perguruan tinggi yang ingin dicapai melalui berbagai kegiatan yang dilakukan,” jelasnya.

Pada hari kedua, rangkaian SSIK 2026 akan dilanjutkan dengan guest lecture atau kuliah tamu yang menghadirkan dosen dari perguruan tinggi mitra. Kuliah tersebut akan berlangsung di empat kelas, yakni tiga kelas di FISIP UHO dan satu kelas menggunakan ruang Fakultas Ekonomi karena memiliki fasilitas yang dianggap lebih representatif, sementara mahasiswa yang mengikuti tetap berasal dari FISIP UHO.

Materi yang diberikan mencakup sejumlah bidang, di antaranya ilmu politik, komunikasi kesehatan, dan teknik. Selain itu, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di dua lokasi.

“Untuk pengabdian kepada masyarakat ada dua kegiatan, pagi dan siang, masing-masing dilaksanakan di Nambo dan Toli-Toli,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|