SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari memastikan ketahanan pangan, khususnya ketersediaan beras, tetap terjaga di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang. Pemerintah juga membuka ruang intervensi apabila terjadi dampak bencana yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan penanganan kebutuhan pangan dalam situasi bencana harus didasarkan pada kondisi dan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rekomendasi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menentukan langkah pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk apabila diperlukan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Kalau di daerah kita terjadi bencana kemarau, tentu harus ada rekomendasi dari badan penanggulangan bencana. Kalau memang benar-benar terjadi, kami di badan pangan membuka ruang untuk melihat apa yang dibutuhkan, khususnya pemenuhan pangan,” kata Abdul Rauf saat ditemui di Balai Kota Kendari, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan pokok utama masyarakat yang menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan adalah beras. Untuk komoditas tersebut, stok yang tersedia saat ini dinilai mencukupi karena cadangan tidak hanya disimpan pada satu lokasi gudang, tetapi tersebar di sejumlah gudang yang disewa pemerintah.
“Kalau kami khusus untuk kebutuhan pokok pertama kita kan beras. Untuk stok beras kita melimpah. Kita bukan hanya punya gudang yang ada di Puunggolobang atau Benu-Benua, tetapi ada kurang lebih 14 sampai 20 gudang yang disewa pemerintah untuk menyimpan beras,” jelasnya.
Menurut Abdul Rauf, dengan kondisi stok yang tersedia saat ini, cadangan beras untuk masyarakat Kota Kendari diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar satu tahun. Karena itu, ia memastikan ketersediaan beras di Kota Kendari dalam kondisi aman, meski pemerintah tetap memantau perkembangan musim kemarau ke depan.
“Untuk sekarang ini, kalau ketersediaan beras di Kota Kendari, saya katakan mencukupi. Bahkan awal tahun juga kita masih punya kesiapan. Jadi kalau untuk beras saya pikir kita tidak terlalu susah untuk mendapatkannya,” ujarnya.
Untuk menjaga harga tetap stabil apabila terjadi tekanan akibat musim kemarau, pemerintah mengandalkan program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui ratusan kios pangan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Kendari sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Abdul Rauf menambahkan, pemerintah akan terus melihat perkembangan kondisi kemarau dan dampaknya terhadap pangan. Jika situasi berkembang menjadi bencana dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemerintah daerah dapat mengambil langkah sesuai rekomendasi kebencanaan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Laporan: Andi Mahfud

21 hours ago
13

















































