Ribuan Calon Mahasiswa UHO Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tes Fisik dan Mental Jadi Tahapan Wajib

14 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan (pemkes) bagi calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Fakultas Kedokteran UHO ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 21–23 Juli 2026.

Pemeriksaan kesehatan tersebut diikuti sekitar 3.020 calon mahasiswa dari seluruh fakultas di lingkungan UHO. Setiap harinya, lebih dari seribu peserta dijadwalkan menjalani serangkaian pemeriksaan yang telah dibagi secara merata agar proses berjalan tertib dan lancar.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Kedokteran UHO, dr. Jamaluddin, M.Kes., Sp.JP, mengatakan pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan wajib bagi calon mahasiswa sebelum resmi mengikuti perkuliahan, khususnya bagi program studi yang memiliki persyaratan kesehatan tertentu.

Menurutnya, selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore. Masing-masing sesi melayani sekitar 500 peserta sehingga total lebih dari seribu calon mahasiswa dapat diperiksa setiap harinya.

“Untuk jalur SNBT ini kurang lebih sekitar 3.020 mahasiswa dari seluruh fakultas. Pelaksanaannya dibagi selama tiga hari, sehingga setiap hari ada sekitar seribu lebih peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan,” ujar dr. Jamaluddin.

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan mata, tes buta warna, pemeriksaan fisik secara umum, hingga tes penyalahgunaan narkoba. Selain itu, petugas juga mengevaluasi kemungkinan adanya penyakit bawaan maupun kelainan fisik yang dapat memengaruhi proses pendidikan.

Khusus bagi calon mahasiswa program studi seperti Kedokteran, Farmasi, dan Keperawatan, peserta juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa melalui tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang dijadwalkan pada hari keempat atau Jumat.

“Yang paling sering menjadi kendala biasanya adalah buta warna. Ada beberapa program studi yang memang tidak memperbolehkan mahasiswa mengalami buta warna, seperti Kedokteran, Farmasi, dan Keperawatan karena berkaitan dengan ketelitian dalam membedakan warna,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila peserta dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan pada program studi tertentu, maka mereka dapat mempertimbangkan untuk berpindah ke program studi lain yang tidak mensyaratkan ketentuan tersebut.

Meski demikian, UHO tetap memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang berhalangan hadir sesuai jadwal pemeriksaan. Peserta masih dapat mengikuti pemeriksaan pada hari berikutnya maupun pada pelaksanaan jalur penerimaan lainnya, selama belum memasuki masa perkuliahan dan telah menyelesaikan proses registrasi.

“Kalau ada kendala, misalnya sakit atau rumahnya jauh sehingga terlambat datang, masih bisa mengikuti pemeriksaan di hari berikutnya atau pada jadwal jalur lain. Yang penting sudah daftar ulang, membayar UKT, dan biaya pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Dr. Jamaluddin menegaskan, tujuan utama pemeriksaan kesehatan adalah memastikan mahasiswa yang diterima memiliki kondisi fisik dan mental yang sesuai dengan tuntutan program studi masing-masing, terutama bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien maupun pelayanan kesehatan.

“Untuk program studi seperti Kedokteran, Farmasi, dan Keperawatan memang membutuhkan kondisi fisik yang prima. Penglihatan, pendengaran, dan fungsi anggota tubuh harus bekerja dengan baik karena berkaitan dengan keselamatan orang lain. Sementara untuk program studi lain, mahasiswa penyandang disabilitas tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Salah seorang calon mahasiswa baru Jurusan Ilmu Hukum UHO, Muh. Akil Akana, mengaku proses pemeriksaan kesehatan berlangsung cukup tertata meski sempat menunggu antrean sekitar 30 menit. Ia menilai sistem pelayanan sudah berjalan baik dan berharap ke depan jumlah petugas pada bagian pengambilan nomor antrean dapat ditambah agar proses berlangsung lebih cepat.

“Menurut saya sistemnya sudah lebih bagus dan teratur. Memang antreannya lumayan, tapi setelah dipanggil prosesnya cepat. Harapan saya semoga hasil pemeriksaan lulus, dan mungkin ke depan petugas di bagian pengambilan slot antrean bisa ditambah,” tutupnya.

Akil berharap hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dijalaninya dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan UHO sehingga dirinya bisa dinyatakan lulus dan segera mengikuti tahapan perkuliahan sebagai mahasiswa baru Jurusan Ilmu Hukum. Ia juga optimistis seluruh proses yang dijalani akan memberikan hasil terbaik sesuai harapannya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|