Remaja 14 Tahun Hilang di Perairan Buton Selatan, Basarnas Lakukan Pencarian

1 day ago 17

SULTRAKINI.COM: BUTON SELATAN – Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal di sekitar Perairan Lande, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (18/7/2026) malam. Insiden itu memicu operasi pencarian yang dilakukan Tim Rescue Pos SAR Baubau sejak dini hari untuk menemukan korban.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 02.15 Wita. Laporan disampaikan oleh Hasriah, keluarga korban, yang mengabarkan seorang anak diduga terjatuh ke laut saat berada di atas kapal.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 02.30 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Jarak tempuh dari Pos SAR Baubau ke lokasi pencarian diperkirakan sekitar 14 mil laut atau sekitar 26 kilometer.

Korban diketahui bernama Marifah (14), warga Pimpi, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Hingga operasi pencarian dimulai, korban masih belum ditemukan sehingga proses penyisiran terus dilakukan di sekitar lokasi diduga jatuhnya korban.

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, peristiwa bermula saat korban selesai mengambil umpan di bagan sekitar pukul 20.00 Wita. Salah seorang anak buah kapal (ABK) kemudian meminta korban beristirahat di dalam kamar kapal.

Namun sekitar setengah jam kemudian, seorang ABK melihat korban berada di bagian haluan kapal. Saat dilakukan pengecekan sekitar pukul 21.00 Wita, korban sudah tidak terlihat lagi dan diduga terjatuh ke laut.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan dari keluarga korban. Operasi SAR dilakukan untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban yang diduga hanyut di perairan tersebut.

“Pada pukul 02.30 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR,” ujar Amiruddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat terdiri atas SMC dan staf SMC, Tim Rescue Pos SAR Baubau, serta keluarga korban. Tim membawa sejumlah peralatan, di antaranya rescue car, rubber boat, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 6 knot dari timur dan tinggi gelombang berkisar 0 hingga 0,8 meter.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|