Polda Sultra Ungkap Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Sultra

4 weeks ago 19

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara kembali mencatatkan prestasi dalam memerangi peredaran narkotika. Kali ini, satu orang tersangka yang terafiliasi dengan sindikat besar jaringan Fredy Pratama berhasil dibekuk dengan barang bukti sabu seberat 3,2 kilogram lebih.

Pengungkapan itu diumumkan langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Sukmo Wibowo, didampingi Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025.

“Tersangka berinisial AS (28) kami amankan di kawasan BTN Perumnas Poasia, Kendari, pada Sabtu, 12 Juli 2025. Ia merupakan bagian dari jaringan pengedar narkotika yang terhubung langsung dengan sindikat Fredy Pratama,” ungkap Kombes Bambang.

Penangkapan AS bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di rumah tersangka. Berbekal informasi tersebut, Tim Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sultra langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap AS pada pukul 17.00 WITA di rumahnya di Jalan Kijang, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Dari penggeledahan yang disaksikan warga setempat, tim menemukan 13 paket sabu dalam koper berwarna abu-abu, terdiri dari dua bungkus besar dan sebelas bungkus sedang, dengan total berat mencapai 3.241,6 gram.

Lebih lanjut, tersangka AS mengaku hanya bertugas sebagai kurir yang dikendalikan oleh seseorang berinisial DJ melalui telepon seluler. Sabu tersebut diambil dari sebuah hotel di Kendari, kemudian dibagi menjadi paket-paket kecil dan disimpan di lokasi tertentu untuk diambil oleh pembeli—metode yang dikenal dalam jaringan narkotika sebagai “sistem tempel”.

“Ini bukan jaringan biasa. Berdasarkan hasil penyelidikan, AS bekerja atas perintah dari DJ, yang diduga kuat merupakan bagian dari struktur distribusi milik Fredy Pratama. Kita tahu Fredy adalah buronan besar nasional yang terhubung dengan sindikat internasional,” tegas Bambang.

Fredy Pratama sendiri dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling diburu di Indonesia. Ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri dan disebut-sebut menjadi otak distribusi narkoba lintas negara yang sudah menyusup ke banyak wilayah di tanah air.

Polda Sultra memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap aktor-aktor lain dalam jaringan tersebut.

“Ini baru awal. Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya. Tidak ada ruang bagi jaringan narkotika di wilayah Sultra,” pungkas Bambang.

“Ini bukan jaringan biasa. Berdasarkan hasil penyelidikan, AS bekerja atas perintah dari DJ, yang diduga kuat merupakan bagian dari struktur distribusi milik Fredy Pratama. Kita tahu Fredy adalah buronan besar nasional yang terhubung dengan sindikat internasional,” tegas Bambang.

Fredy Pratama sendiri dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling diburu di Indonesia. Ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri dan disebut-sebut menjadi otak distribusi narkoba lintas negara yang sudah menyusup ke banyak wilayah di tanah air.

Polda Sultra memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap aktor-aktor lain dalam jaringan tersebut.

“Ini baru awal. Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya. Tidak ada ruang bagi jaringan narkotika di wilayah Sultra,” pungkas Bambang.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|