SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kepercayaan seluruh keluarga besar UHO dalam momentum Dies Natalis ke-45.
Hal itu disampaikan Khairul Munadi dalam acara puncak Dies Natalis ke-45 UHO yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Sabtu (12/9/2026). Ribuan sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Khairul mengibaratkan UHO sebagai rumah bersama yang harus dirawat seluruh keluarga besar universitas. Menurutnya, kemajuan UHO tidak dapat dibangun oleh satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kebersamaan seluruh sivitas akademika.
“UHO adalah rumah kita. Mari kita rawat rumah bersama ini, mari kita rawat rumah besar ini bersama-sama,” ujar Khairul.
Ia mengatakan perbedaan pandangan dan dinamika merupakan hal yang wajar dalam sebuah institusi. Namun, perbedaan tersebut harus tetap disikapi dengan saling menghargai dan tidak menghilangkan tujuan bersama untuk memajukan UHO.
Menurut Khairul, salah satu modal utama dalam membangun universitas adalah kepercayaan dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar UHO untuk terus menjaga hubungan dan menyatukan langkah.
“Modal pertama kita adalah kepercayaan, trust, dan kebersamaan,” katanya.
Khairul juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah universitas tidak hanya dilihat dari jumlah prestasi yang diraih. Lebih dari itu, UHO harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Universitas yang hebat bukan hanya universitas yang memiliki banyak prestasi, tetapi universitas yang kehadirannya dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Momentum Dies Natalis ke-45 juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap perjalanan UHO. Khairul menyebut evaluasi diperlukan untuk mengetahui hal-hal yang telah berjalan baik sekaligus persoalan yang masih perlu diperbaiki.
Ia menegaskan setiap masukan yang diterima tidak boleh berhenti sebagai bahan pembicaraan. Masukan tersebut harus diterjemahkan menjadi prioritas dan langkah perbaikan bagi universitas.
“Setelah mendengar kita harus berani melakukan koreksi diri. Setelah mendengar, kita harus menentukan prioritas dan melakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.
Khairul turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perjalanan UHO, termasuk para pimpinan terdahulu, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa dan seluruh keluarga besar universitas.
Ia berharap semangat Dies Natalis ke-45 menjadi momentum untuk terus merawat silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam membangun UHO. “Merawat silaturahmi, lanjutkan kebersamaan, dan menyatukan langkah,” ujarnya.
Khairul menegaskan, UHO ke depan harus terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, serta menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan UHO harus semakin dirasakan melalui kontribusi nyata bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia.
Laporan: Elfa

1 day ago
13

















































