OJK Sultra: Kendari Lampaui Target Nasional Program SimPel, Budaya Menabung Pelajar Kian Menguat

13 hours ago 10

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengapresiasi capaian Kota Kendari yang berhasil melampaui target nasional Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melalui pembukaan 60.819 rekening Simpanan Pelajar (SimPel). Capaian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Bismi usai menghadiri Launching Pembukaan 60.819 Rekening SimPel se-Kota Kendari dalam rangka Program KEJAR dan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh OJK, Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia, LPS, Bank Sultra, BPR Bahteramas, dan sejumlah mitra di Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Menurut Bismi, SimPel merupakan program nasional yang bertujuan mendorong seluruh pelajar memiliki rekening tabungan sebagai sarana belajar mengelola keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.

“Simpanan Pelajar ini adalah program nasional di mana kita mendorong semua pelajar, khususnya di Kota Kendari, memiliki rekening tabungan. Kita sudah melampaui target, dari sekitar 50 ribu rekening kini sudah mencapai lebih dari 60 ribu rekening,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut berasal dari pembukaan rekening bagi siswa SD, SMP, termasuk madrasah. Sementara untuk jenjang SMA, proses pendataan masih berlangsung sehingga jumlah rekening pelajar diperkirakan akan terus bertambah.

Bismi menilai, bertambahnya jumlah rekening SimPel akan berdampak pada meningkatnya rasio inklusi keuangan di Kota Kendari. Semakin banyak pelajar yang memiliki rekening, semakin besar pula pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Ia mengatakan, keberhasilan Program KEJAR tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Pemerintah Kota Kendari, Baznas, Kementerian Agama, perbankan, hingga seluruh sekolah di Kota Kendari.

“Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Tidak hanya OJK, tetapi juga Bank Indonesia, LPS, Pemerintah Kota Kendari, Baznas, Kementerian Agama, perbankan, dan seluruh sekolah. Program ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Bismi berharap SimPel mampu mengubah kebiasaan pelajar agar terbiasa menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan. Menurutnya, kebiasaan menabung akan membantu siswa mempersiapkan biaya pendidikan maupun mewujudkan cita-cita mereka.

Ia juga menjelaskan, layanan SimPel dibuat semudah mungkin. Setoran awal pembukaan rekening hanya Rp5.000, sedangkan setoran berikutnya cukup Rp1.000 tanpa dikenakan biaya administrasi. Selain itu, pihak perbankan akan aktif melakukan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah agar pelajar semakin mudah menabung.

“Harapan kami, anak-anak mulai belajar menabung sejak dini. Setoran awal hanya Rp5.000 dan berikutnya cukup Rp1.000. Tidak ada biaya administrasi, sehingga rekening ini bisa terus digunakan sampai mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|