SULTRAKINI.COM: KENDARI — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperluas edukasi literasi keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat di Kota Kendari melalui rangkaian kegiatan yang digelar pada 12–15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menabung di bank, mengenal program penjaminan simpanan, serta menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan nasional.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) itu mencakup LPS Safe Run dan Car Free Day (CFD), sosialisasi bersama perbankan Sulawesi Tenggara, talkshow di sejumlah radio lokal, hingga Forum Inklusi dan Literasi Keuangan (LPS FinLab) di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kegiatan diawali melalui LPS Safe Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Car Free Day Parkir Timur MTQ Kendari pada Minggu (12/7/2026). Lebih dari 100 pelari dari berbagai komunitas dan masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut.
Selain olahraga bersama, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. LPS juga menghadirkan berbagai permainan interaktif sekaligus menyisipkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keuangan, termasuk kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak.
Upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan kemudian dilanjutkan melalui Sosialisasi LPS Bersama Perbankan Sulawesi Tenggara pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan LPS dengan perbankan di daerah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi Surveilans BPR dan BPRS LPS, Rizki Oktora Vega, menyampaikan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) bank umum di Sulawesi Tenggara hingga Mei 2026 mencapai Rp33,54 triliun atau tumbuh 6,97 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan yang tetap terjaga.
LPS juga mengajak seluruh perbankan di Sulawesi Tenggara untuk terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar pemahaman mengenai produk perbankan dan program penjaminan simpanan semakin meningkat.
Selain menyasar sektor perbankan, LPS memperluas jangkauan edukasi melalui talkshow di sejumlah radio lokal di Kendari. Melalui siaran tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi LPS, pentingnya menyimpan dana di bank, pengelolaan keuangan yang sehat, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga keuangan.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung melalui LPS FinLab 2026 bertema Kelola Uang, Ciptakan Peluang di Universitas Muhammadiyah Kendari pada Rabu (15/7/2026). Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan.
Melalui sesi interaktif, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, hingga peluang membangun usaha sejak di bangku kuliah.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran masing-masing otoritas dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, mulai dari LPS dalam menjamin simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia dalam pemberdayaan UMKM, hingga Otoritas Jasa Keuangan dalam meningkatkan literasi serta pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LPS berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menyimpan dana di bank, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai nasabah, serta memiliki kepercayaan yang lebih kuat terhadap sistem perbankan Indonesia yang didukung oleh keberadaan LPS sebagai penjamin simpanan nasabah sekaligus penjaga stabilitas sistem keuangan.
Laporan: Riswan

1 day ago
15
















































