Gambar: Saat rekonstruksi berlangsung (Foto: Amran Mustar Ode / SULTRAKINI.COM)
SULTRAKINI.COM: WAKATOBI— Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan E-Z yang terjadi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada 19 Agustus 2026, Kamis (3/9/2026).
Dalam rekonstruksi tersebut, lima tersangka memperagakan 42 adegan yang menggambarkan kembali rangkaian peristiwa hingga korban E-Z tewas.
Salah satu adegan yang menjadi sorotan terjadi pada adegan ke-29. Dalam adegan tersebut, tersangka I-G direka ulang diduga menghabisi E-Z di sebuah lorong yang berada di sekitar tempat hiburan malam di Kelurahan Mandati Tiga.
Rekonstruksi digelar di halaman Polres Wakatobi dan melibatkan lima tersangka, yakni I-G, A-S, A-G, F-W, dan A-B.
Kasat Reskrim Polres Wakatobi AKP Risman mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian sekaligus mengetahui peran masing-masing tersangka.
“Sebanyak 42 adegan diperagakan dalam rekonstruksi,” kata Risman.
Menurut dia, rangkaian adegan tersebut menggambarkan peristiwa yang terjadi di tiga tempat kejadian perkara (TKP).
TKP pertama berada di sebuah gazebo tempat hiburan malam di Kelurahan Mandati Tiga. Dari lokasi tersebut, rangkaian kejadian kemudian berlanjut ke lorong di sekitar tempat hiburan.
Di lokasi kedua inilah terjadi aksi kekerasan terhadap E-Z. Adegan ke-29 menjadi salah satu bagian penting karena memperagakan tindakan I-G terhadap korban hingga korban akhirnya tewas.
Sementara itu, TKP ketiga berada di pinggir jalan menuju SMA Negeri 2 Wangi-Wangi. Lokasi tersebut diduga berkaitan dengan proses pemindahan korban.
Polisi menyatakan rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk menguji kembali keterangan para tersangka, mencocokkannya dengan alat bukti, serta memperjelas rangkaian peristiwa.
Rekonstruksi ini juga melibatkan tim Kejaksaan Negeri Wakatobi dan kuasa hukum kelima tersangka.
Setelah rekonstruksi selesai, penyidik akan melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wakatobi untuk proses hukum selanjutnya.
Kasus ini bermula dari insiden pada dini hari 19 Agustus 2026 yang kemudian berujung pada tewasnya E-Z.
Laporan: Amran Mustar Ode

19 hours ago
14

















































