7 Hari Hilang di Hutan Kampus USN, La Mai Belum Ditemukan

16 hours ago 12

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Seorang pria lanjut usia di Kabupaten Buton Tengah, La Mai (62), keluar dari rumah pada 25 Agustus 2026 untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan. Namun, perjalanan tersebut justru berujung pada hilangnya La Mai di kawasan hutan sekitar Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), Kecamatan Mawasangka.

La Mai yang merupakan warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, terakhir kali terlihat warga berada di wilayah Padabalano, tepatnya di sekitar kawasan hutan dekat Kampus USN. Sejak saat itu, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga kemudian meminta bantuan warga dan aparat setempat untuk melakukan pencarian. Upaya tersebut melibatkan Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar hingga keluarga korban, namun keberadaan La Mai belum juga ditemukan.

Pihak keluarga menyebut La Mai telah berusia 62 tahun dan mengalami kondisi pikun. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pencarian karena korban diduga dapat tersesat atau berpindah dari lokasi terakhir kali terlihat.

Pencarian kemudian berkembang menjadi operasi SAR kondisi membahayakan manusia yang melibatkan Tim SAR gabungan. Tim menyisir kawasan hutan dan sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi jalur atau tempat korban berada.

Memasuki hari ketujuh, Rabu (2/9/2026), Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian hingga pukul 14.45 Wita. Namun, seluruh upaya yang dilakukan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Setelah dilakukan evaluasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari akhirnya menyatakan Operasi SAR resmi ditutup. Keputusan tersebut diambil setelah pencarian selama tujuh hari tidak memberikan hasil terhadap keberadaan La Mai.

Plh. Kepala KPP Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Meski demikian, operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda atau informasi baru mengenai keberadaan korban.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” demikian keterangan KPP Kendari dalam laporan perkembangan operasi hari ketujuh.

Dalam pencarian tersebut, unsur yang terlibat terdiri dari SMC dan staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.

Tim SAR gabungan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car, motor trail, peralatan medis dan evakuasi SAR, peralatan komunikasi serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Pada pencarian hari ketujuh, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 7 kilometer per jam dari arah timur laut berdasarkan informasi BMKG. Dengan ditutupnya operasi, pencarian secara resmi dihentikan, namun peluang pembukaan kembali operasi tetap terbuka apabila muncul petunjuk baru mengenai keberadaan La Mai.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|