Definisi bebas finansial menurut Islam mirip dengan pendekatan ekonomi konvensional. Bagaimana cara mewujudkannya?
Simak kiat bebas finansial menurut Islam dalam artikel berikut ini!
Summary:
- Pengelolaan keuangan yang efektif tidak hanya mencegah kemiskinan dan utang berlebihan.
- Konsep bebas finansial menurut Islam yakin bahwa kepemilikan mutlak segala sesuatu berada di tangan Allah SWT
Mengapa Mengatur Keuangan Sangat Penting dalam Islam?
Pengelolaan keuangan rumah tangga, yang mencakup segala aktivitas terkait uang sebagai alat pembayaran sah, memegang peranan krusial dalam operasional keluarga.
Fungsi uang tidak hanya terbatas pada akumulasi kekayaan, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan diri. Dalam konteks ini, pengelolaan keuangan rumah tangga menjadi esensial, meski diakui tidak selalu mudah. Islam menekankan pentingnya komunikasi dan penyelesaian masalah secara harmonis antara suami dan istri.
Perencanaan keuangan keluarga, yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, sering kali didominasi oleh peran perempuan, yang secara umum bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan keluarga.
Fenomena ini tercermin dalam studi Naoko Komori yang menunjukkan dominasi perempuan Jepang dalam pengendalian keuangan rumah tangga, sebuah tradisi yang telah diakui sejak era Meiji. Selain pembukuan, perempuan juga memegang kendali atas anggaran keluarga.
[Baca Juga: 10 Cara Mencapai Kebebasan Keuangan atau Financial Freedom]
Dalam perspektif Islam, Allah SWT memberikan arahan yang jelas mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana.
Pengelolaan keuangan yang efektif tidak hanya mencegah kemiskinan dan utang berlebihan, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah yang menekankan pentingnya pengelolaan harta dengan baik:
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS al-Baqarah: 195)
Li Yaddabbaru Ayatih/Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil menafsirkan ayat ini sebagai:
#1 Esensi Kebaikan dan Dampaknya
Perbuatan baik senantiasa memberikan kebahagiaan, kelapangan dada, kenikmatan, dan perlindungan dari musibah. Sebaliknya, pengabaian terhadap kebaikan adalah sebuah kesalahan yang mendatangkan kesusahan dan menghambat rezeki.
Keengganan untuk berbuat baik, baik melalui tindakan fisik maupun harta, mencerminkan sifat pengecut dan kikir. Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an, dan Dia mencintai orang-orang yang berbuat baik.
#2 Korelasi antara Kedermawanan dan Pertolongan Allah
Orang-orang beriman yang menginfakkan harta mereka tanpa ragu dan takut akan mendapatkan pertolongan dan dukungan Allah dalam menghadapi kesulitan. Contoh nyata adalah pertolongan Allah kepada kaum Muslimin dalam Perang Badar, di mana mereka tetap berderma dalam kondisi lemah.
Sebaliknya, orang-orang yang menghamburkan harta untuk kepentingan pribadi dan enggan berinfak dalam situasi tenang, kemudian memohon pertolongan Allah saat musibah datang, menunjukkan kesombongan. Akibatnya, Allah membiarkan musuh-musuh mereka menguasai mereka1.
Pemahaman Bebas Finansial Menurut Islam
Bebas finansial menurut Islam tidak hanya dari pencapaian materi, tetapi juga dari keberkahan spiritual. Islam menekankan pada keadaan di mana seseorang mampu mengelola harta tanpa terikat secara emosional.
Mengutip Ali bin Abi Thalib, kebebasan finansial sejati adalah ketika harta berada di tangan, bukan di hati. Artinya, keuangan dipandang sebagai sarana, bukan tujuan akhir.
Pencarian kekayaan yang berorientasi pada kemerdekaan finansial semata dapat menghasilkan kesuksesan materi, namun berpotensi menjauhkan diri dari keberkahan.
Lebih lanjut, bebas finansial menurut Islam berlandaskan pada kerja sama dan saling mendukung, bukan kompetisi yang merugikan pihak lain.
Dengan demikian, kebebasan finansial dalam Islam diwujudkan melalui keseimbangan antara pencapaian materi dan spiritual, serta praktik ekonomi yang beretika dan kolaboratif.
Konsep bebas finansial menurut Islam tidak terlepas dari tujuh prinsip fundamental yang bersumber dari ajaran syariah. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan etis dalam mencapai dan mengelola kekayaan.
#1 Prinsip Tauhidullah
Konsep bebas finansial menurut Islam yakin bahwa kepemilikan mutlak segala sesuatu berada di tangan Allah SWT. Manusia berperan sebagai khalifah yang diamanahkan untuk mengelola kekayaan tersebut.
Dengan demikian, kebebasan finansial dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan ibadah kepada Allah, bukan sebagai tujuan akhir.
#2 Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Kewajiban untuk senantiasa berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam konteks finansial, prinsip ini mengimplikasikan bahwa perolehan dan penggunaan harta harus sesuai dengan ketentuan syariah.
#3 Prinsip Al-Adalah
Penegakan keadilan dalam seluruh aspek ekonomi, termasuk distribusi pendapatan dan kekayaan. Kebebasan finansial tidak boleh menciptakan kesenjangan sosial yang signifikan.
#4 Prinsip Al-Hurriyah
Bebas finansial menurut Islam dibatasi oleh koridor syariah. Kebebasan finansial yang dibenarkan adalah yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
#5 Prinsip Al-Musawah
Persamaan derajat antarindividu, tanpa memandang status ekonomi. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha dan mengembangkan potensi diri.
#6 Prinsip At-Ta’awun
Semangat gotong royong dan saling membantu dalam kebaikan. Kebebasan finansial yang hakiki tercermin dalam kemampuan untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.
#7 Prinsip Tasamuh
Sikap toleransi yang esensial dalam transaksi keuangan (muamalat). Bebas finansial menurut Islam harus diiringi dengan kelapangan dada dan sikap saling menghormati.
Cara Menggapai Bebas Finansial Menurut Islam
Berikut adalah cara mencapai bebas finansial menurut Islam:
#1 Membangun Bisnis
Mengadopsi model bisnis yang sukses dari Nabi Muhammad SAW, yang telah memulai kegiatan perdagangan sejak usia dini, dapat menjadi landasan kuat.
Beliau dikenal sebagai pedagang yang jujur dan kompeten, sehingga mendapatkan kepercayaan luas di masyarakat Arab. Proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan memungkinkan Nabi Muhammad SAW untuk berkembang dari pedagang menjadi pengawas, manajer, dan investor.
Keuntungan yang dihasilkan dari usaha mandiri berpotensi memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan hanya menyimpan dana, sehingga mempercepat pencapaian kemandirian finansial2.
#2 Penyeimbangan Kebutuhan dan Keinginan
Penerapan prinsip-prinsip keuangan Islam menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan esensial dan keinginan yang bersifat sekunder.
Ajaran Islam mendorong gaya hidup sederhana dan menghindari pemborosan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam pola konsumsi makanannya.
#3 Pencegahan Pemborosan dan Utang Konsumtif
Perilaku konsumtif yang berlebihan dan akumulasi utang yang tidak terkendali dapat menciptakan masalah keuangan yang serius.
Ajaran Islam menganjurkan pengelolaan keuangan yang bijaksana, sesuai dengan kemampuan finansial, dan menghindari pemborosan.
Utang sebaiknya hanya digunakan untuk tujuan produktif, seperti pendidikan atau kesehatan3.
#4 Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah
Zakat merupakan kewajiban finansial bagi umat Islam, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an.
Pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam mencakup pemenuhan kewajiban zakat secara tepat waktu. Selain itu, infak dan sedekah, meskipun bersifat sukarela, sangat dianjurkan dalam Islam.
Melalui pembayaran zakat dan pemberian infak atau sedekah secara rutin, individu dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sosial.
[Baca Juga: Begini Cara Kerja Investasi Syariah dan hitungannya, Investor Baru Merapat!]
Raih Financial Freedom dan Keberkahan dari Allah SWT
Pengelolaan keuangan dalam Islam bukan sekadar akumulasi materi, melainkan jalan menuju kesejahteraan holistik.
Prinsip-prinsip syariah menekankan keseimbangan antara pencapaian finansial dan spiritual, mengarahkan umat Muslim untuk mengelola harta dengan bijaksana, menghindari pemborosan, dan mengoptimalkan zakat, infak, serta sedekah.
Untuk mencapai kemandirian finansial yang berkah, umat Muslim disarankan untuk mencari rezeki di jalan yang diridai Allah, meningkatkan literasi keuangan, dan berkonsultasi dengan ahli keuangan syariah.
Dengan demikian, mereka dapat membangun bisnis yang sukses, mengelola keuangan dengan prinsip syariah, dan melindungi diri dari risiko finansial di masa depan, sekaligus mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Untuk konsultasi finansial yang lebih komprehensif Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan Finansialku. Buat jadwal konsultasi dengan ahli kami di Whatsapp 0851 5897 1311 atau klik banner di bawah ini ya!
Setelah menyimak ulasan mengenai kebebasan finansial dalam perspektif Islam, kami mengundang Anda untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman di kolom komentar.
Jangan lupa untuk menyebarluaskan artikel ini melalui media sosial agar semakin banyak individu yang mendapatkan manfaatnya. Terima kasih!
Sumber Referensi:
Studi:
- Ahmad Zaki, Muhammad Ramadhan, dan Taufik Arirahman. 2023. Financial Freedom dan Pandangannya dalam Islam Modern, Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, Vol. 1, No. 6. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.
- Maskupah. 02 Juli – Desember 2021. Konsep Pengelolaan Keuangan Keluarga dalam Menciptakan Keluarga Sejahtera dari Sudut Pandang Islam, Samawa (Sakinah, Mawadah, Warahmah): Jurnal: Kajian Keluarga, Gender, dan Anak, Vol. 2 No. 2, 82 – 91. Sebayan: Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.
Artikel Internet:
- Admin. 04 Maret 2024. Harus Bijak! Ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dalam Islam. rumahzakat.org – https://bit.ly/4kzX0HZ
- Admin. Ketahui 4 Cara Mengatur Keuangan Menurut Islam. prudentialsyariah.co.id – https://bit.ly/3FeFU2o
- Ayesha Puri dan Zaky al-Yamani. 03 September 2024. Cara Mewujudkan Financial Freedom Ala Nabi Muhammad. viva.co.id – https://bit.ly/3FdBgSh
Referensi Tambahan