Dekan FHIL UHO: KHDTK Seluas 191,85 Hektare Akan Dikembangkan Menjadi Kawasan Edukasi dan Ekowisata

2 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Lies Indriyani, S.P., M.Si., menyebut Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UHO seluas 191,85 hektare akan dikembangkan sebagai kawasan pendidikan, penelitian, hingga ekowisata berbasis masyarakat.

Hal tersebut disampaikan usai kegiatan sosialisasi KHDTK UHO Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang digelar di Hotel Qubah 9, Senin (11/5/2026).

Dalam keterangannya, Dr. Lies menjelaskan bahwa UHO telah menerima Surat Keputusan (SK) pengelolaan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan sejak Maret 2025. Namun pelaksanaan sosialisasi baru dapat dilakukan pada awal tahun 2026 karena adanya sejumlah penyesuaian, termasuk proses penganggaran kegiatan.

“Jadi kami tadi sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang KHDTK atau Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus untuk pendidikan. SK pengelolaannya sebenarnya sudah kami terima sejak Maret 2025,” ujarnya.

Ia mengatakan, melalui SK tersebut Kementerian Kehutanan memberikan kepercayaan kepada Universitas Halu Oleo untuk mengelola kawasan hutan seluas 191,85 hektare.

Menurutnya, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan ditunjuk sebagai leading sector dalam pengelolaan kawasan, namun secara umum KHDTK tersebut merupakan kawasan milik Universitas Halu Oleo yang melibatkan banyak fakultas dan lembaga pendukung.

“Selain Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, ada juga Fakultas Pertanian, MIPA, Farmasi, Pascasarjana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian yang akan mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi di kawasan hutan tersebut,” jelasnya.

Dr. Lies menambahkan, kawasan KHDTK nantinya tidak hanya difokuskan untuk pendidikan dan penelitian, tetapi juga akan diintegrasikan dengan pengembangan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan.

“Iya, itu pasti sekali. Di dalam kegiatan KHDTK sendiri ada unsur kepariwisataan. Kami juga melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan hasil kehutanan maupun hasil hutan non-kayu seperti rotan dan madu,” katanya.

Selain itu, pengembangan jasa lingkungan berbasis ekowisata juga akan menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan hutan tersebut.

Ia menyebut, dalam waktu dekat pihak UHO juga akan membangun kerja sama dengan Pemerintah Kota Kendari serta berbagai instansi terkait untuk mendukung pengembangan kawasan KHDTK.

“Kami melibatkan banyak sektor, termasuk Dinas Kehutanan, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta pihak-pihak yang bergerak di bidang ekowisata dan lingkungan,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|