SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat promosi potensi daerah di tingkat internasional melalui kegiatan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026, di Hotel Claro Kendari. Kegiatan internasional tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Mei 2026.
Forum internasional ini dihadiri delegasi dari berbagai negara, di antaranya Nepal, Filipina, Jepang, Singapura, Malaysia, India, Bangladesh, Kiribati, Maldives, Korea Selatan, hingga Turki. Total sebanyak 12 negara turut ambil bagian dalam forum yang mempertemukan para pemimpin daerah kawasan Asia Pasifik tersebut.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, mengatakan forum internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kota Kendari tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di mata dunia.
“Kita ingin Kota Kendari tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga dikenal di seluruh dunia,” ujar Siska saat diwawancarai dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Kota Kendari memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dipromosikan secara global, mulai dari sektor perikanan, pertanian, sumber daya alam, jasa, hingga sektor pariwisata.
Ia menjelaskan, salah satu hasil penting dalam forum tersebut yakni adanya penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Kendari dengan sejumlah kota dari luar negeri, termasuk Kota Yiwu, Tiongkok.
Kerja sama itu difokuskan pada pengembangan dan pemasaran produk UMKM Kota Kendari agar mampu menembus pasar internasional.
“Potensi UMKM yang kami tampilkan ini nantinya akan dipasarkan lebih luas melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Yiwu,” jelasnya.
Siska menyebut Kota Yiwu dikenal sebagai salah satu kota perdagangan terbesar, khususnya dalam sektor UMKM dan perdagangan internasional.
Selain sektor UMKM, Pemerintah Kota Kendari juga mulai menginisiasi kerja sama dengan beberapa kota lainnya, seperti Kota Xi’an, Tiongkok.
Kerja sama tersebut mencakup tiga sektor utama, yakni lingkungan hidup, kesehatan, dan pertanian.
Tak hanya itu, Pemkot Kendari juga terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) melalui berbagai inovasi dan revitalisasi destinasi wisata.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya Pantai Nambo, Anjungan Teluk Kendari, hingga sejumlah situs bersejarah yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kami ingin seluruh potensi wisata yang ada di Kota Kendari terus berkelanjutan dan berinovasi,” katanya.
Siska menambahkan, seluruh kerja sama internasional yang dilakukan pemerintah daerah berada di bawah fasilitasi Kementerian Dalam Negeri dan melalui proses seleksi ketat.
Menurutnya, pemilihan mitra kerja sama dilakukan berdasarkan keseriusan dan potensi dampak jangka panjang bagi daerah.
“Karena kita membawa nama negara, maka kerja sama ini dipastikan memiliki keberlanjutan dan dampak nyata ke depan,” ungkapnya.
Ia juga memperkirakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan internasional tersebut mencapai lebih dari Rp5 miliar.
Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas delegasi selama berada di Kota Kendari, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Melalui forum internasional ini, Pemerintah Kota Kendari berharap potensi daerah dan Sulawesi Tenggara semakin dikenal luas serta mampu membuka peluang kerja sama global yang berkelanjutan.
Laporan: Andi Mahfud

15 hours ago
4
















































