BEI Sultra dan GenBI IAIN Kendari Kolaborasi Tingkatkan Pemahaman Investasi Mahasiswa

4 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, CFP, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan FinCulture Fest: Finance and Culture Festival yang diselenggarakan oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) IAIN Kendari Sulawesi Tenggara di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Finansial, Gema Budaya Lokal di Era Digital” tersebut menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan penerima beasiswa di lingkungan IAIN Kendari. Seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang guna memberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, investasi, serta pengembangan diri di era digital.

Dalam wawancaranya, Bayu Saputra mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting di tengah perkembangan zaman dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan utama bagi anak muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

“Literasi keuangan saat ini memang sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda agar ke depannya bisa lebih tahan banting terhadap krisis ekonomi dan lebih siap dalam merencanakan masa depan, khususnya perencanaan keuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara GenBI dan Bursa Efek Indonesia selama ini rutin dilakukan sebagai bentuk komitmen meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, mengenai dunia investasi dan pasar modal.

“Kegiatan seperti ini tentu kami apresiasi. Teman-teman GenBI juga selama ini rutin mengadakan kegiatan dengan mengundang Bursa Efek Indonesia. Ke depannya, jika ada kegiatan serupa lagi, kami tentu akan selalu mendukung agar literasi keuangan terus meningkat, khususnya di kalangan anak muda,” katanya.

Bayu juga menyoroti tantangan mahasiswa di era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Ia menilai mahasiswa saat ini tidak cukup hanya fokus menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga harus memiliki keterampilan, pengalaman, dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

“Di era disrupsi AI saat ini, menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja tentu tidak cukup untuk bisa bertahan di masa depan. Kami berharap mahasiswa bukan hanya sekadar lulus kuliah tanpa skill dan pengalaman, tetapi juga mampu memperbanyak wawasan serta memahami bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Bayu menyampaikan harapannya agar generasi muda Indonesia dapat menjadi generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas, dan stakeholder terkait.

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memotivasi dan mendorong anak-anak muda untuk mulai mengambil aksi. Bahwa merencanakan keuangan, khususnya berinvestasi di pasar modal, merupakan kebutuhan penting untuk masa depan,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|