Pangan Murah Diserbu Warga, Kecamatan Kambu Juara I Lomba Masak Nonberas di Pantai Nambo Kendari

3 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gerakan pangan murah dan lomba masakan nonberas yang digelar Pemerintah Kota Kendari di Pantai Nambo, Sabtu, 9 Mei 2026, berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi rangkaian perayaan HUT ke-195 Kota Kendari sekaligus bagian dari agenda internasional UCLG ASPAC 2026.

Kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Kota Kendari, Bank Sultra, dan Bank Indonesia sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, tetapi juga mendorong inovasi pangan lokal melalui lomba menu nonberas yang diikuti 11 kecamatan.

“Pangan lokal ini kita upayakan terus berkembang melalui inovasi dan kreativitas ibu-ibu PKK di setiap kecamatan,” ujar Abdul Rauf usai kegiatan.

Dalam lomba masakan nonberas tersebut, Kecamatan Kambu berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Kecamatan Baruga, sedangkan juara ketiga diraih Kecamatan Mandonga.

Pemenang lomba memperoleh hadiah dengan total jutaan rupiah, yakni juara pertama sebesar Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Hadiah tersebut turut mendapat dukungan dari Bank Indonesia.

Selain lomba kuliner, gerakan pangan murah juga dipadati masyarakat sejak pagi hari. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras SPHP, telur, cabai, bawang, sayuran, buah-buahan, hingga produk UMKM pangan lokal.

“Beras SPHP yang kami siapkan sekitar 5 ton dan sampai siang tadi sudah hampir setengahnya terjual,” ungkap Abdul Rauf.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan voucher belanja senilai Rp20 ribu bagi masyarakat untuk setiap pembelian bahan pangan tertentu.

“Misalnya harga beras SPHP Rp58 ribu. Jika masyarakat memiliki voucher Rp20 ribu, maka cukup membayar Rp38 ribu,” jelasnya.

Menurut Abdul Rauf, antusiasme masyarakat dan distributor pangan dalam kegiatan itu menunjukkan sinergi pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha berjalan baik dalam menjaga stabilitas harga pangan daerah.

Ia menambahkan, program pangan murah kemungkinan kembali digelar menjelang Iduladha untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Insya Allah minggu depan kami rencanakan lagi di halaman Kantor Wali Kota untuk menghadapi hari besar keagamaan,” katanya.

Abdul Rauf berharap kegiatan tersebut dapat terus menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|