SULTRAKINI.COM: KENDARI – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat IAIN Kendari menggelar kegiatan FinCulture Fest (Finance & Culture Festival) 2026 pada Jumat, 8 Mei 2026, di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu mengangkat tema “Cerdas Finansial, Gema Budaya Lokal di Era Digital.”
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Ketua Umum GenBI Komisariat IAIN Kendari, Anisa Ramadhany, mengatakan tema tersebut dipilih karena pentingnya menjaga keseimbangan antara kecakapan finansial dan identitas budaya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, generasi muda saat ini tidak hanya dituntut melek finansial, tetapi juga harus tetap memiliki karakter serta nilai budaya yang kuat sebagai identitas daerah.
“Melalui tema ini, kami ingin menghadirkan ruang edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal,” ujar Anisa.
Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah meningkatkan literasi keuangan, khususnya dalam pengelolaan keuangan yang bijak di era digital. Selain itu, seminar ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih adaptif, produktif, dan berkarakter kuat.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua pemateri utama, yakni Bayu Saputra, CFP selaku Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara, serta Lestari Daswan, SE., ME., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Kendari.
Keduanya membawakan materi terkait pengelolaan keuangan digital, pentingnya literasi finansial bagi generasi muda, hingga upaya menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Anisa menilai penggabungan isu literasi keuangan dan budaya lokal dalam satu forum memiliki keterkaitan erat dalam membentuk generasi masa depan.
“Literasi keuangan memberikan bekal dalam pengambilan keputusan ekonomi, sementara budaya lokal menjadi identitas dan nilai dasar dalam kehidupan. Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga bangga terhadap budaya daerahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bank Indonesia memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, baik melalui dukungan edukatif, moral, maupun fasilitasi kegiatan.
Selain itu, dukungan dari berbagai stakeholder dan media partner turut membantu dalam publikasi serta penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini juga terbilang tinggi. Hal itu terlihat dari cepatnya kuota pendaftaran terpenuhi serta banyaknya respons positif dari mahasiswa maupun masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa tema yang kami angkat sangat relevan dan memang dibutuhkan oleh generasi muda saat ini,” katanya.
Melalui seminar ini, GenBI IAIN Kendari berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih bijak, seperti mengatur pengeluaran, menabung, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan produktif.
Ke depan, GenBI IAIN Kendari berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang literasi keuangan, pengembangan diri, dan pelestarian budaya lokal bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Andi Mahfud

1 day ago
6
















































