Puluhan Delegasi Asia Pasifik Tanam Pohon di Kendari, Perkuat Komitmen Hadapi Perubahan Iklim

23 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Delegasi negara peserta United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 melakukan penanaman pohon di kawasan Kebun Raya Kendari, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi antar kota di kawasan Asia Pasifik dalam menghadapi perubahan iklim global.

Penanaman pohon berlangsung di tengah hujan yang mengguyur kawasan Kebun Raya Kendari. Meski cuaca kurang bersahabat, kegiatan tetap berjalan khidmat dan penuh antusias dari para delegasi internasional, kepala daerah, hingga tamu undangan yang hadir.

Para delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik tampak tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan mengenakan payung, mereka bergantian menanam bibit pohon lokal khas Sulawesi Tenggara di area Kebun Raya Kendari.

Beberapa jenis pohon yang ditanam di antaranya kayu eboni, ruruhi, kayu langsat, hingga lobe-lobe. Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus penguatan pesan pelestarian lingkungan dalam agenda internasional UCLG ASPAC 2026.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti pembangunan Tugu UCLG ASPAC oleh Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, dan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.

Usai penandatanganan, Wali Kota Kendari menyerahkan bibit pohon kepada Sekjen UCLG ASPAC dan Wakil Gubernur Sultra sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan bersama.

Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap isu perubahan iklim yang saat ini menjadi tantangan global bagi seluruh kota di dunia.

“Sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini, Kota Kendari berkomitmen untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Siska dalam sambutannya menggunakan bahasa Inggris.

Menurutnya, Kebun Raya Kendari merupakan salah satu aset penting daerah yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati sekaligus ruang terbuka hijau yang memberi manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.

Siska juga mengapresiasi kehadiran para delegasi internasional yang telah meluangkan waktu untuk terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan tersebut. Ia menilai partisipasi para delegasi menjadi simbol persahabatan global dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan bumi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi mengungkapkan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat dan Pemerintah Kota Kendari dalam menyambut para tamu internasional yang hadir pada forum tersebut.

Menurut Bernadia, aksi penanaman pohon telah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan UCLG ASPAC sebagai pengingat bahwa pembangunan kota harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Ia juga menyebut aktivitas perjalanan udara yang menghasilkan emisi karbon menjadi alasan pentingnya aksi penghijauan dilakukan dalam forum internasional tersebut.

Melalui kegiatan tersebut, UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari tidak hanya menjadi forum diplomasi antar kota di kawasan Asia Pasifik, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan iklim, serta masa depan pembangunan perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|