393 Mahasiswa UM Kendari Siap Bangun Bombana lewat Program UMKM, Sertifikasi Halal, dan Agrominapolitan

15 hours ago 8

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) antusias mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, Kamis-Jumat, 23–24 Juli 2026, di Aula Gedung E UM Kendari. Kegiatan ini menjadi bekal awal sebelum ratusan mahasiswa diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bombana.

Pembekalan tersebut mengusung tema “KKA UM Kendari 2026 Berdampak: Penguatan Desa Agrominapolitan melalui Inovasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Hilirisasi Potensi Lokal Menuju Bombana Berdaya Saing.” Tema ini menegaskan komitmen UM Kendari dalam mendorong pembangunan desa melalui keterlibatan mahasiswa.

Ketua Panitia KKA sekaligus Kepala Pengabdian Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) UM Kendari, Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., mengatakan sebanyak 393 mahasiswa akan mengikuti KKA Reguler Tahun 2026 yang seluruhnya ditempatkan di Kabupaten Bombana.

“Untuk KKA reguler tahun ini yang akan ditempatkan di Kabupaten Bombana berjumlah 393 peserta. Semuanya ditempatkan di Kabupaten Bombana,” ujar Dr. Fajriah usai sesi pertama pembekalan, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, para peserta akan dibagi ke dalam 32 kelompok yang disesuaikan dengan jumlah desa lokasi pengabdian. Setiap kelompok terdiri atas sekitar 12 hingga 14 mahasiswa agar pelaksanaan program di lapangan berjalan lebih efektif.

“Kelompok itu kami sesuaikan dengan jumlah desa yang akan ditempatkan nanti, yaitu sebanyak 32 desa. Jadi ada 32 kelompok, dengan anggota sekitar 12 sampai 14 mahasiswa di setiap kelompok,” jelasnya.

Menurutnya, pemberangkatan peserta KKA Reguler dijadwalkan pada 3 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari. Mahasiswa dijadwalkan kembali dari lokasi pengabdian pada 3 September 2026.

Selain KKA Reguler, UM Kendari juga mengirim mahasiswa mengikuti program KKN Nasional Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN Mas) yang dipusatkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 19 mahasiswa dipercaya mewakili kampus dalam kegiatan berskala nasional tersebut yang dimulai pada 28–29 Juli 2026.

Tak hanya itu, UM Kendari juga akan berpartisipasi dalam KKN Adi, program kolaborasi nasional bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang dikoordinasikan oleh Universitas Ahmad Dahlan. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026 di Kabupaten Muna Barat.

Dr. Fajriah berharap seluruh mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di desa.

“Harapannya mereka benar-benar bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah diajarkan di kampus melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif dan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di desa,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu program unggulan KKA tahun ini adalah pendampingan sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM di Kabupaten Bombana. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah.

Selain itu, mahasiswa juga akan menjalankan program penguatan kawasan agrominapolitan, pengembangan potensi UMKM, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebagai kampus Muhammadiyah, mahasiswa juga didorong berkontribusi dalam pembentukan ranting dan cabang Muhammadiyah di wilayah pengabdian.

Melalui pembekalan ini, UM Kendari berharap seluruh peserta KKA memiliki kesiapan akademik, sosial, dan mental sebelum terjun langsung ke masyarakat. Dengan begitu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung terwujudnya Bombana yang lebih berdaya saing.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|