Tinjau SMPN 15 Kendari, Wamendikdasmen Ungkap Tiga Syarat Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi

21 hours ago 10

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara dengan mengunjungi SMP Negeri 15 Kota Kendari, Jumat sore (17/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus meninjau hasil revitalisasi sarana pendidikan yang telah direalisasikan pada 2025.

Kunjungan itu juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan berjalan sesuai sasaran. Selain berdialog dengan siswa dan guru, Wamendikdasmen mengecek langsung kondisi fasilitas sekolah yang telah direhabilitasi.

Fajar mengatakan, kepada peserta didik ia menekankan pentingnya membudayakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi.

“Saya menyampaikan kepada anak-anak yang mengikuti MPLS, termasuk siswa kelas VIII dan IX, agar membudayakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga meminta kepala sekolah dan para guru menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik. Dengan lingkungan belajar yang nyaman, siswa diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Fajar meninjau hasil revitalisasi ruang kelas dan fasilitas pendukung, termasuk toilet sekolah. Ia mengaku sengaja memeriksa langsung kondisi fasilitas tersebut untuk memastikan kualitas pembangunan yang telah dilakukan.

“Tadi saya juga melihat hasil revitalisasi ruang kelas, ada toilet juga, bahkan saya sudah mencoba toiletnya. Alhamdulillah kondisinya cukup baik,” katanya.

Ia berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, membangun sekolah memang tidak mudah, tetapi merawatnya merupakan tantangan yang jauh lebih besar.

“Karena membangun itu susah, tetapi yang lebih susah adalah merawatnya. Saya titip kepada kepala sekolah, guru, dan siswa agar menjaga kebersihan serta membiasakan pola hidup sehat,” ungkapnya.

Fajar menjelaskan, salah satu materi dalam MPLS adalah membangun budaya ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menanamkan budaya hidup sehat, bersih, tertib, dan disiplin kepada peserta didik sejak dini.

Selain meninjau sekolah di Kendari, sehari sebelumnya Fajar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi. Di wilayah kepulauan tersebut, ia mengunjungi sejumlah sekolah, termasuk sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari Suku Bajo, untuk memastikan bantuan revitalisasi dan program peningkatan kesejahteraan guru berjalan dengan baik.

Ia mengatakan pemerintah juga terus mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari program percepatan sertifikasi guru. Melalui program tersebut, guru yang telah mengikuti PPG berhak memperoleh tunjangan profesi yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi mereka dalam mengajar.

Menutup keterangannya, Fajar menjelaskan bahwa sekolah yang dapat memperoleh bantuan revitalisasi harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni mengalami kerusakan berat, terdampak bencana, atau berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), termasuk daerah pesisir. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang layak melalui pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|