SULTRAKINI.COM: KOLAKA– PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB), PT Vale menyelenggarakan pelatihan pengolahan ekosistem pertanian organik yang melibatkan 30 prajurit dari Kesatuan Yonif 869 Taawu. Pelatihan intensif ini direncanakan berlangsung selama lima hari, mulai 14 Juli 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur TNI di Kabupaten Kolaka. Melalui pembekalan ini, para prajurit TNI diharapkan dapat menjadi motor penggerak sektor pertanian ramah lingkungan, baik di lingkungan kesatuan maupun saat bertugas di daerah lain pada masa mendatang.
Meskipun para prajurit Yonif 869 Taawu memulai pengetahuan mereka dari nol di bidang pertanian, antusiasme dan respons positif ditunjukkan secara luar biasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Konsultan Pertanian Organik dari Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, menjelaskan bahwa pada hari pertama pelatihan, para peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan dalam dunia pertanian modern.
Masalah utama yang disorot meliputi tingginya ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida sintetis yang justru memicu penurunan produktivitas serta meningkatnya intensitas serangan hama tanaman.
“Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar,” ujar Koko Komamin.
Selama lima hari, materi pelatihan akan disampaikan secara komprehensif. Selain teori ekologi tanah pada awal pelatihan, para prajurit juga akan dibekali praktik budidaya tanaman organik. Di akhir rangkaian kegiatan, akan diadakan sesi diskusi untuk merencanakan aksi nyata jangka panjang yang dapat diterapkan di Kesatuan Yonif 869 Taawu.
Sementara itu, Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengungkapkan bahwa kehadiran Yonif 869 Taawu memperkaya jajaran mitra strategis perusahaan di Kolaka dalam mendorong keberlanjutan wilayah.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah yang saling menguntungkan (win-win solution). Selain menjalankan fungsi utamanya menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, kehadiran TNI juga diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Ini adalah langkah yang sangat baik di mana PT Vale berperan sebagai motivator bagi teman-teman TNI. Jika selama ini urusan utama mereka identik dengan persenjataan, melalui pelatihan PSLRB ini kita bersama-sama mengalihkan energi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan bangsa,” kata Charles.
Melalui program percontohan ini, PT Vale berharap para prajurit mampu memahami sekaligus mengaplikasikan ilmu pertanian organik secara mandiri di lapangan sehingga dapat memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi diri sendiri, kesatuan, maupun masyarakat.
Laporan: Anti

1 day ago
18
















































