Kolaka Sehat dan Berdaya, PT Vale Gencarkan Edukasi DBD dan TBC

15 hours ago 12

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – PT Vale IGP Pomalaa menggelar edukasi program kesehatan masyarakat (Promkes) bertajuk Kolaka Sehat dan Berdaya di wilayah industrinya. Kali ini, PT Vale IGP Pomalaa menggelar edukasi gaya hidup sehat agar masyarakat terhindar dari Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sabtu (18/7/2026).

Perwakilan Kecamatan Baula, Lukman, mengatakan edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

“Selain mendukung sektor kesehatan, pemerintah kecamatan juga mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang dijalankan PT Vale, mulai dari bantuan sarana pengelolaan sampah, pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga dukungan terhadap sektor pertanian,” katanya.

“Saya berharap sinergi ini terus berlanjut, termasuk melalui pembukaan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal sesuai kompetensi yang dimiliki, sehingga keberadaan investasi PT Vale semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” katanya lagi.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menguraikan bahwa DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini memicu gejala utama berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, hingga risiko perdarahan dan syok (Dengue Shock Syndrome) akibat penurunan trombosit dan kebocoran plasma darah.

“Gejala umum penderita DBD biasanya mengalami fase demam tinggi (mencapai 40 derajat Celsius) selama dua hingga tujuh hari, yang sering kali diikuti fase kritis saat demam turun. Beberapa gejala penyerta meliputi lemas dan tubuh terasa tidak nyaman, nyeri pada bagian belakang bola mata, mual, muntah, hilang nafsu makan, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan hingga saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh virus dengue. Cara paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah dengan memutus rantai hidup nyamuk melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pencegahan tambahan, seperti menggunakan losion antinyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, atau melakukan pengasapan (fogging).

“Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami demam tinggi mendadak dan gejala khas seperti di atas, segera periksakan diri ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan darah lengkap dan perawatan medis yang tepat,” katanya lagi.

Senior Coordinator Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Adhitya Hafria Vanani, mengatakan materi penyuluhan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan perusahaan.

“Di antara berbagai isu kesehatan yang kami bawakan, seperti HIV, NAPZA, dan lainnya, yang relatif lebih dominan di Desa Puundoho adalah DBD dan TBC. Bukan berarti angkanya tinggi, tetapi kedua penyakit ini perlu mendapatkan perhatian,” jelasnya.

Ia mengatakan perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.

Selain mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan DBD, PT Vale juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendukung target pemerintah mengeliminasi TBC pada 2030. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini serta menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Kami mengingatkan masyarakat yang terdiagnosis TBC agar tetap menjalani pengobatan selama enam bulan sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti ketika gejalanya mulai berkurang karena penyakit ini masih berpotensi menular kepada orang lain maupun menyerang organ tubuh lainnya,” katanya.

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|