SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. ke SMP Negeri 15 Kota Kendari, Jumat (17/7/2026), disambut antusias Pemerintah Kota Kendari. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj. Saemina, mengatakan pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap dunia pendidikan di Kota Kendari.
Ia mengungkapkan, kedatangan Wamendikdasmen disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kota Kendari sejak tiba di Bandara Haluoleo. Penyambutan dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kota Kendari dan Asisten I mewakili Wali Kota Kendari yang sedang menjalankan tugas di Jakarta.
“Alhamdulillah kita didatangi oleh Bapak Wakil Menteri. Tadi kami bersama Pak Sekda dan Asisten I menjemput beliau di Bandara Haluoleo mewakili Ibu Wali Kota yang sedang mengikuti kegiatan di Jakarta,” ujar Saemina.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Kendari. Berbagai masukan yang disampaikan Wamendikdasmen diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di SMP Negeri 15 Kota Kendari.
Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penambahan ruang kelas baru. Pasalnya, SMP Negeri 15 Kota Kendari masih membutuhkan tambahan ruang belajar untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.
“Mudah-mudahan arahan dari Bapak Wakil Menteri dapat ditindaklanjuti. Kami berharap SMP Negeri 15 Kota Kendari bisa mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru pada tahun 2027,” katanya.
Saemina mengatakan, secara umum masih banyak sekolah di Kota Kendari yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana. Namun, seluruh usulan bantuan harus melalui mekanisme pendataan pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Semua harus berdasarkan data Dapodik. Sekolah wajib mengunggah kondisi kerusakan bangunan disertai bukti pendukung. Jadi tidak cukup hanya menyampaikan sekolah rusak tanpa data yang lengkap,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hingga tahun 2026 sebanyak 37 usulan rehabilitasi maupun pembangunan sarana pendidikan dari sekolah-sekolah di Kota Kendari telah masuk ke pemerintah pusat. Namun, dari jumlah tersebut baru tujuh sekolah yang telah memasuki tahap kontrak pekerjaan.
“Yang sudah berkontrak baru tujuh sekolah. Prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan kelengkapan data yang diunggah melalui Dapodik,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, terus memperbarui data Dapodik agar peluang memperoleh bantuan dari pemerintah pusat semakin besar. Menurutnya, data yang akurat menjadi faktor utama dalam penyaluran bantuan pembangunan maupun rehabilitasi sekolah.
Laporan: Andi Mahfud

9 hours ago
7
















































