SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong lahirnya ide dan inovasi dari generasi muda melalui Lomba Opini Ilmiah Forkestra 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari Forum Ekonomi Sultra (Forkestra) itu disosialisasikan kepada ratusan mahasiswa dalam kegiatan LENTERA (Literasi dan Edukasi Kebanksentralan) di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat (17/7/2026).
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Rahadian Triaji, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan upaya Bank Indonesia untuk memperluas partisipasi mahasiswa dan masyarakat dalam melahirkan gagasan yang dapat mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Rahadian, melalui Lomba Opini Ilmiah Forkestra 2026, Bank Indonesia ingin membuka ruang bagi mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum untuk menyampaikan ide-ide kreatif yang nantinya dapat menjadi masukan dalam pengembangan ekonomi Sulawesi Tenggara.
“Kami berharap sebanyak mungkin mahasiswa mengikuti lomba ini. Opini ilmiah yang masuk nantinya akan kami ases untuk memperoleh ide-ide baru yang segar dan inovatif, terutama yang dapat diterapkan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendaftaran Lomba Opini Ilmiah Forkestra 2026 telah dibuka sejak 3 Juni 2026 dan akan ditutup pada 14 Agustus 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, seluruh karya yang masuk akan melalui tahapan penjurian, dilanjutkan dengan presentasi lima besar finalis, sebelum akhirnya memasuki babak final yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Rahadian menambahkan, pada penyelenggaraan tahun ini terdapat lima subtema yang dapat dipilih peserta, yakni akselerasi hilirisasi sumber daya alam, konektivitas wilayah dan infrastruktur logistik, ekonomi syariah, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, serta inovasi sains, teknologi, digitalisasi, dan tata kelola pemerintahan adaptif.
Ia juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengirimkan karya terbaik. Menurutnya, semakin banyak ide yang masuk, semakin besar pula peluang lahirnya solusi inovatif bagi pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Forkestra juga datang dari pemenang tahun sebelumnya, Aldi Trifaldi, mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP Universitas Halu Oleo (UHO). Menurutnya, kompetisi yang digelar Bank Indonesia Sulawesi Tenggara itu menjadi wadah yang tepat untuk menghimpun berbagai ide dan inovasi dari mahasiswa maupun masyarakat.
“Forkestra merupakan langkah yang sangat cocok untuk menghimpun ide-ide ataupun inovasi yang dimiliki mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum dalam meningkatkan perekonomian di Sulawesi Tenggara,” kata Aldi.
Aldi mengajak mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum, baik di Sulawesi Tenggara maupun di berbagai daerah di Indonesia, agar tidak ragu mengikuti kompetisi tersebut. Ia berharap semakin banyak peserta yang berpartisipasi sehingga semakin banyak pula gagasan yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, pemenang Forkestra lainnya, Aulia Narada Parastikta Ningrum, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO, membagikan tips kepada calon peserta. Menurutnya, hal pertama yang perlu disiapkan adalah menentukan persoalan yang ingin diangkat, kemudian menyusun ide yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Rajin membaca petunjuk teknis atau terms of reference (TOR) lomba karena dari situ ide akan berkembang. Selain itu, peserta harus terus mengikuti perkembangan isu-isu terkini dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan atau sustainable,” jelas Aulia.
Ia pun mengajak mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk memanfaatkan Forkestra 2026 sebagai ruang berkarya sekaligus berkontribusi bagi daerah. “Mari bersama-sama membangun tanah kelahiran kita, Sulawesi Tenggara, melalui ide dan inovasi yang bermanfaat sehingga dapat ikut memajukan Indonesia yang semakin berkembang,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

14 hours ago
6
















































