SULTRAKINI.COM: KENDARI – Raut bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah Dwi Pratiwi Aprilya Wahid, lulusan terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) pada Wisuda Program Magister ke-79 dan Sarjana ke-110 yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Rabu (15/7/2026). Mahasiswi kelahiran Sidrap, Sulawesi Selatan, 3 April 2004 itu berhasil menjadi lulusan terbaik tingkat universitas setelah menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik UHO dengan IPK 3,99, predikat Pujian (Cumlaude), serta masa studi 3 tahun 8 bulan.
Dwi merupakan anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Drs. Abdul Wahid dan Hj. Sartati, S.E. Keberhasilannya menjadi lulusan terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pendidikannya.
Mahasiswi berprestasi itu mengaku kebahagiaannya terasa semakin lengkap karena kedua orang tuanya hadir menyaksikan secara langsung prosesi wisuda di Auditorium Mokodompit UHO.
“Jujur ada kebahagiaan tersendiri karena disaksikan langsung oleh orang tua. Perjuangan selama empat tahun tidak sia-sia karena sejak awal memang saya menargetkan untuk menjadi yang terbaik di setiap semester,” ujar Dwi usai prosesi wisuda.
Menurutnya, keberhasilan meraih predikat lulusan terbaik bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Selama kuliah, ia selalu berusaha menyelesaikan setiap tugas tepat waktu dan memberikan hasil terbaik pada setiap mata kuliah.
Ia membagikan tips kepada mahasiswa agar tidak menunda pekerjaan. Menurutnya, seluruh tugas sebaiknya diselesaikan sebelum batas waktu pengumpulan sehingga tidak menumpuk menjelang akhir semester.
“Kalau tugas, kerjakan sesuai porsinya dan jangan menunggu deadline. Saat ujian akhir atau final, usahakan memberikan hasil yang terbaik,” katanya.
Dwi menjelaskan, tantangan terbesar selama kuliah di Teknik Informatika adalah menghadapi berbagai proyek praktik yang menuntut kemampuan pemrograman. Sebagian besar penilaian bukan hanya melalui ujian tertulis, tetapi juga pembuatan website hingga presentasi hasil proyek.
“Di Teknik Informatika itu lebih banyak praktik. Kami membuat website, kemudian mempresentasikan hasilnya. Jadi, yang harus dimaksimalkan bukan hanya belajar teori, tetapi juga kualitas proyek dan persiapan presentasi,” jelasnya.
Di balik prestasi akademiknya, Dwi juga memiliki tanggung jawab membantu orang tua yang berprofesi sebagai penjual kue di kawasan Pasar Anduonohu, Kota Kendari. Sepulang kuliah, ia rutin membantu berjualan dari sekitar pukul 18.00 hingga 22.00, bahkan terkadang sampai tengah malam, sebelum kembali mengerjakan tugas kuliah.
“Biasanya setelah pulang dari kampus saya membantu orang tua berjualan. Setelah itu baru mengerjakan tugas, lalu besok pagi kembali kuliah,” ungkapnya.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, Dwi mengaku akan lebih dulu fokus mencari pekerjaan. Setelah memperoleh pengalaman kerja, ia berencana melanjutkan studi ke jenjang Magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil Program Studi Teknik Informatika pada tahun depan.
Laporan: Andi Mahfud

16 hours ago
10

















































