Damkar Kendari Evakuasi Ular Piton yang Mengintai Kandang Ayam Warga di Mataiwoi

14 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suara ayam yang mendadak gelisah membuat seorang warga di Jalan Sahabat, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, curiga ada sesuatu yang mengintai di sekitar kandangnya. Setelah diperiksa, seekor ular sawah (piton/sanca) terlihat bersembunyi di balik rimbunnya dedaunan pohon yang berada tepat di samping kandang ayam. Khawatir ternaknya menjadi mangsa dan membahayakan penghuni rumah, warga pun segera meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Kendari.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Martoyo Awaluddin. Ia mengatakan laporan diterima dari warga bernama Muh. Erwin pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 19.13 Wita.

Menurut Martoyo, pelapor melaporkan adanya seekor ular sawah (piton/sanca) yang berada di atas pohon dekat kandang ayam. Ular tersebut terlihat bersembunyi di balik rimbunnya dedaunan dan diduga sedang mengincar ayam peliharaan, sehingga membuat pemilik rumah khawatir akan keselamatan keluarga maupun warga sekitar.

Menerima laporan tersebut, operator komunikasi Damkar Kota Kendari segera melakukan verifikasi awal sebelum meneruskan informasi kepada Regu Tim Penyelamatan (Rescue) untuk dilakukan penanganan.

Tim Rescue kemudian diberangkatkan dari Markas Komando pada pukul 19.18 Wita dengan membawa peralatan evakuasi satwa. Petugas tiba di lokasi pukul 19.26 Wita setelah menempuh perjalanan sekitar 2,6 kilometer dari Mako Damkar.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen dan observasi untuk memastikan posisi ular sawah (piton) serta kondisi lingkungan sekitar. Langkah tersebut dilakukan agar proses evakuasi berlangsung aman dan tidak membahayakan warga maupun personel.

Setelah posisi ular dipastikan, Tim Rescue mengevakuasi ular sawah (piton) tersebut menggunakan alat penjepit khusus sesuai prosedur operasional. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan di sekitar lokasi.

Martoyo menjelaskan, setelah proses evakuasi selesai, petugas kembali menyisir area sekitar untuk memastikan tidak ada ular lain maupun potensi bahaya lanjutan. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan kondusif.

Selanjutnya, ular sawah (piton) tersebut diamankan untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang sesuai dan jauh dari kawasan permukiman warga. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan satwa liar sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Dalam operasi tersebut, Tim Rescue yang dipimpin Danru Penyelamatan Peleton 3, M. Ruslin Goa, menggunakan satu unit kendaraan rescue, alat penjepit ular, dan senter sebagai peralatan pendukung. Seluruh rangkaian penanganan selesai pada pukul 19.33 Wita tanpa kendala.

Martoyo juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular atau satwa liar berbahaya secara mandiri. Warga diminta segera melaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari apabila menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani secara cepat, aman, dan sesuai prosedur.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|