Resmi Dilantik, Dekan FISIP UHO Prof. Eka Suaib Siap Pimpin Transformasi di Era Artificial Intelligence

7 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Baru saja kembali dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si. langsung menegaskan arah kepemimpinannya pada periode kedua. Ia menilai FISIP UHO harus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Prof. Eka Suaib resmi dilantik oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat nonstruktural dengan tugas tambahan dosen di Rektorat UHO, Kendari, Rabu (1/7/2026).

Usai pelantikan, Prof. Eka menyampaikan bahwa periode keduanya memimpin FISIP dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Salah satunya adalah perkembangan artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan tinggi.

“Periode kedua saya ini menghadapi tantangan yang cukup mendasar. Artificial intelligence dan berbagai perubahan yang terjadi menuntut perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan cepat,” ujar Prof. Eka Suaib.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan FISIP UHO melakukan transformasi di berbagai bidang. Penajaman kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan kompetensi lulusan menjadi langkah yang harus segera dilakukan agar relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menegaskan, orientasi pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan alumni mampu bersaing di dunia kerja dan tingkat global. Selain itu, mata kuliah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat.

“Bagaimana membuat alumni tidak hanya sekadar lulus, tetapi mampu beradaptasi dengan perubahan dan persaingan global. Mata kuliah juga harus mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Prof. Eka juga menyoroti pentingnya menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki dampak nyata. Menurutnya, setiap riset yang dilakukan dosen harus melahirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia menilai pola kepemimpinan kolaboratif menjadi kunci utama. FISIP UHO akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi, berbagai lembaga, hingga perguruan tinggi lain agar pengembangan akademik berjalan lebih optimal.

“Kami juga akan mendorong dosen menjadi think tank bagi kebijakan pemerintah. Sudah saatnya perguruan tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Prof. Eka menambahkan, FISIP UHO akan tetap mempertahankan karakteristik keilmuan yang berfokus pada isu pedesaan dan pesisir. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tenggara menjadi potensi besar yang harus didukung dengan kajian akademik, penyelesaian konflik, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan agar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|