Gunung Bulu Bawakaraeng Jadi Lokasi Riset Kolaboratif IAIN Kendari Bersama Sejumlah Perguruan Tinggi

9 hours ago 8

SULTRAKINI.COM: GOWA – Komitmen menghadirkan riset yang berdampak bagi pelestarian lingkungan dan kemanusiaan kembali ditegaskan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kampus ini menggelar Focus Group Discussion (FGD) Validasi Konsep untuk riset Post-Complex Humanitarian Emergency: Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (POSTCHE-EHRF) yang berfokus pada pemulihan kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng berbasis ekoteologi dan kearifan lokal.

Kegiatan berlangsung pada 24 Juni 2026 di Baruga Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, tim peneliti menyusun rancang tindak lanjut pada 25–27 Juni 2026 di Rumah Adat Mandar, Benteng Somba Opu sebagai bagian dari tahapan penyempurnaan hasil riset.

Riset POSTCHE-EHRF didanai melalui program MoRA The AIR Funds (LPDP) Kementerian Agama RI periode 2025–2027. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh IAIN Kendari bersama IAIN Bone, Universitas Negeri Makassar, FISS, Bumi Toala Indonesia, MAPALASTA UIN Alauddin Makassar, dan WIRPALA Politani Pangkep dengan Andi Yaqub sebagai Principal Investigator.

FGD menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F. Saenong, Ph.D., serta Ketua LPPM UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sekaligus Reviewer Nasional, Prof. Dr. Ngainun Naim. Keduanya memberikan penguatan terhadap nilai-nilai ekoteologi dalam proses validasi konsep Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (EHRF).

Ketua LPPM IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan pemangku adat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam memastikan kerangka pemulihan yang disusun memiliki legitimasi ilmiah sekaligus sosial.

“Kehadiran para pemangku adat dan tokoh agama merupakan inti dari keabsahan ikhtiar ilmiah yang dilakukan. Pengetahuan lokal dan nilai-nilai spiritual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyusunan kerangka pemulihan kawasan Bulu Bawakaraeng,” ujar Abdul Kadir.

Ia menjelaskan, Gunung Bulu Bawakaraeng merupakan kawasan pegunungan yang memiliki kerentanan geomorfologis tinggi, namun juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang kuat. Karena itu, pendekatan pemulihan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan ekoteologi Islam, pengetahuan adat, geomorfologi, serta tata kelola pelestarian.

FGD diikuti sekitar 77 peserta dan 37 peninjau yang berasal dari berbagai unsur. Mulai dari pemangku adat kawasan Bawakaraeng, tokoh agama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, BPBD, Kantor Wilayah Kementerian Agama, BBKSDA Sulawesi Selatan, PUSDAL LH SUMA, organisasi mahasiswa pencinta alam PTKIN, komunitas pencinta alam, akademisi, hingga para narasumber ahli.

Ketua tim peneliti, Andi Yaqub, mengatakan forum tersebut bukan sekadar diskusi akademik, melainkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai bentuk pengetahuan dalam menyusun kerangka pemulihan yang relevan dengan kondisi lapangan.

“FGD ini bukan forum akademisi yang menggurui masyarakat, melainkan ruang pertemuan berbagai bentuk pengetahuan untuk bersama-sama menyusun kerangka pemulihan yang relevan, ilmiah, dan berakar pada nilai-nilai lokal,” tegas Andi Yaqub.

Melalui pendekatan Participatory Ecotheological Assessment (PEA), forum menghasilkan sejumlah rekomendasi penting. Di antaranya validasi komponen inti kerangka pemulihan yang mengintegrasikan ekoteologi Islam, kearifan adat, tata kelola pelestarian, identifikasi prioritas titik restorasi, pemetaan aktor lintas lembaga, hingga penyusunan indikator awal pemantauan biofisik, sosial-spiritual, dan tata kelola. Hasil FGD juga mengidentifikasi sejumlah situs bersejarah yang berkaitan dengan peradaban Islam di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan dan luaran ilmiah dalam target riset periode 2025–2027.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|