Dekan FISIP UHO Buka Lokakarya Revisi Kurikulum OBE Prodi Ilmu Administrasi Negara, Libatkan IAPA dan Stakeholder

4 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Revisi Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurusan Ilmu Administrasi FISIP UHO pada Kamis, 12 Maret 2026, di Ruang Senat FISIP UHO, Kota Kendari.

Kegiatan ini melibatkan Asosiasi Indonesian Association for Public Administration (IAPA) serta berbagai stakeholder sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas kurikulum pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu administrasi publik.

Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari Indonesian Association for Public Administration (IAPA) serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, pengelola jurusan, serta tim pengembang kurikulum Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UHO.

Ketua Jurusan Ilmu Administrasi FISIP UHO, Taufik, S.H., MPA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan revisi kurikulum merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum perlu dievaluasi dan diperbarui secara berkala agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu administrasi publik, dinamika tata kelola pemerintahan, serta tuntutan kompetensi di dunia kerja.

“Melibatkan berbagai stakeholder dalam proses revisi kurikulum menjadi sangat penting agar program studi memperoleh masukan yang komprehensif terkait kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UHO Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si. menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.

Menurutnya, kurikulum harus mampu merespons berbagai perubahan yang terjadi dalam tata kelola organisasi publik, dinamika pemerintahan, serta perkembangan teknologi informasi yang memengaruhi praktik administrasi publik.

“Kurikulum harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari IAPA, Dr. Denok Kurniasih, M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penjaminan Mutu IAPA, memaparkan materi terkait arah pengembangan kurikulum Ilmu Administrasi Negara di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu memperhatikan beberapa aspek utama, di antaranya profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta penyesuaian struktur mata kuliah agar mampu meningkatkan kompetensi lulusan secara optimal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Pendekatan OBE menekankan pada pencapaian kompetensi lulusan yang terukur melalui capaian pembelajaran serta keterkaitan yang jelas antara mata kuliah dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Lokakarya ini juga memberikan ruang diskusi kepada para stakeholder untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara.

Perwakilan pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan kemampuan analisis kebijakan publik, keterampilan manajerial, kemampuan komunikasi profesional, serta peningkatan pembelajaran berbasis praktik dan studi kasus.

Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, para peserta lokakarya kemudian merumuskan sejumlah rekomendasi untuk penyempurnaan kurikulum program studi.

Beberapa rekomendasi tersebut meliputi penyesuaian profil lulusan, penguatan capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta peninjauan kembali struktur mata kuliah agar lebih relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui pelaksanaan lokakarya ini, diharapkan kurikulum Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UHO dapat terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di masyarakat.

Kegiatan lokakarya kemudian ditutup dengan sesi diskusi lanjutan dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir sebagai bagian dari mempererat silaturahmi antar civitas akademika dan stakeholder.

Laporan: Frirac (Sumber Press Release)

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|