PPDS Pertama di Sulawesi Tenggara Segera Dibuka, Dekan FK UHO Beberkan Tahap Persiapannya

7 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Langkah Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama di Sulawesi Tenggara terus memasuki tahapan penting. Melalui Workshop Penyusunan Penyempurnaan Kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang digelar di Fakultas Kedokteran UHO, Kendari, Rabu (1/7/2026), berbagai persiapan akademik terus dimatangkan sebelum program tersebut resmi menerima mahasiswa.

Dekan Fakultas Kedokteran UHO, Dr. dr. I Putu Sudayasa, M.Kes., mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya menyempurnakan kurikulum PPDS sekaligus memastikan seluruh tahapan pembukaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ia menjelaskan, penyusunan kurikulum merupakan tindak lanjut kerja sama pengembangan Academic Health System (AHS) atau Sistem Kesehatan Akademik antara FK UHO dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas). Sebelum workshop di Kendari, tim teknis FK UHO juga telah melakukan pembahasan bersama tim pembina FK Unhas di Makassar.

Menurut Putu Sudayasa, pembahasan kurikulum dilakukan bersama tim teknis FK UHO yang dikoordinasikan Dr. Rustam Mustika, didampingi tim pembina FK Unhas. Hadir pula Kepala Pusat Pendidikan PPDS FK Unhas, Prof. Firdaus, serta Koordinator Program Studi PPDS Bedah FK Unhas, Dr. Ira Saraswati.

“Pada pertemuan ini kami membahas dan menyempurnakan berbagai aspek kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis bersama tim teknis FK UHO dan tim pembina dari FK Unhas,” ujar Putu Sudayasa.

Ia mengungkapkan, proses pembukaan PPDS di FK UHO sebenarnya telah dimulai sejak September hingga Desember 2025. Saat itu, FK UHO mendapat penugasan membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis secara mandiri, yakni Spesialis Ilmu Bedah dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

Namun, berdasarkan hasil evaluasi kesiapan, Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah dinilai paling siap untuk dibuka lebih dahulu. Usulan program kemudian diproses melalui Sistem SIAGA, dilanjutkan visitasi pada Januari 2026, hingga akhirnya memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Februari 2026.

Setelah izin operasional diterbitkan, FK UHO kini memfokuskan persiapan pada penyempurnaan kurikulum, penyiapan sumber daya manusia, sistem pembelajaran, wahana pendidikan, hingga mekanisme seleksi calon mahasiswa baru. Seluruh proses seleksi nantinya akan dilaksanakan bersama FK Unhas sebagai institusi pembina agar sesuai dengan standar nasional pendidikan dokter spesialis.

“Kami menargetkan seluruh persiapan, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran hingga wahana pendidikan dapat diselesaikan sepanjang Juli sampai Agustus 2026. Dengan begitu, kegiatan akademik PPDS Bedah dapat dimulai pada September 2026,” jelas Putu Sudayasa.

Untuk angkatan pertama, FK UHO menargetkan menerima maksimal empat peserta didik, dengan jumlah yang tetap disesuaikan berdasarkan hasil seleksi dan kesiapan institusi. Putu Sudayasa berharap seluruh tahapan berjalan sesuai rencana sehingga PPDS Bedah FK UHO segera beroperasi dan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dokter spesialis sekaligus memperkuat layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|